Bukan Lagi Jadi Masalah, PKK Desa Karangsalam Banjarnegara Ubah Sampah jadi Rupiah

Rabu, 12 November 2025 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ibu-ibu PKK di Desa Karangsalam, Kecamatan Susukan, Banjarnegara mempunyai cara unik mengubah sampah jadi rupiah.(foto/doc)

Ibu-ibu PKK di Desa Karangsalam, Kecamatan Susukan, Banjarnegara mempunyai cara unik mengubah sampah jadi rupiah.(foto/doc)

BERITAFAKTA.ID, BANJARNEGARA – Masalah sampah masih menjadi tantangan besar di setiap lingkungan. Bukan hanya mengancam kesehatan warga, namun juga salah satu penyebab terjadinya bencana banjir. Namun siapa sangka, ibu-ibu PKK di Desa Karangsalam, Kecamatan Susukan, Banjarnegara mempunyai cara unik mengubah sampah jadi rupiah.

Sekretaris PKK Desa Karangsalam Elina mengatakan, ide ini mulai berjalan sejak 8 tahun lalu, di mana PKK Desa Karangsalam mulai berupaya membangkitkan kesadaran warga untuk peduli terhadap lingkungan. Mengingat saat itu, banyak sampah berserakan di lingkungannya.

“Mulainya tahun 2017 lalu dengan adanya begitu banyaknya sampah di desa kami yang berserakan. Sejak saat itu, mulai muncul ide untuk mengolah sampah-sampah di desa kami,” katanya kepada Media  Rabu (12/11/2025).

Pengolahan sampah ini dimulai dari memilah sampah rumah tangga menjadi dua jenis, yakni sampah organik dan non-organik. Melalui PKK, ibu-ibu Desa Karangsalam ini terus diajak untuk mulai memilah sampah dari dapur.

Pengolahan sampah ini dimulai dari memilah sampah rumah tangga menjadi dua jenis, yakni sampah organik dan non-organik. Melalui PKK, ibu-ibu Desa Karangsalam ini terus diajak untuk mulai memilah sampah dari dapur(foto/doc)

“Kami dari tim penggerak PKK mempunyai kesadaran untuk membangkitkan masyarakat untuk memilah sampah dari dapur rumah tangga. Jadi nanti ada sampah organik dan ada sampah non-organik,” sambungnya.

Elina menjelaskan, untuk sampah organik dimanfaatkan untuk membuat kompos. Pembuatan kompos ini dilakukan di kebun atau pekarangan warga. Sedangkan sampah non-organik disetorkan ke bank sampah.

“Kalau yang organik ini dijadikan kompos. Jadi bisa untuk menyuburkan tanaman. Sedangkan yang non-organik ini disetorkan ke bank sampah. Karena yang non-organik ini masih ada nilai jualnya,” kata dia.

Untuk memudahkan warga, bank sampah ini dibagi di beberapa titik. Saat ini di Desa Karangsalam terdapat 4 bank sampah. Yakni di RW 1, RW 2, RW 3, dan RW 4. Sehingga saat warga menyetor sampah non-organik tidak terlalu jauh.

“Tentunya dari sampah non-organik itu menghasilkan rupiah. Maka dari itu ibu-ibu rajin menyetorkan sampah non-organik ke bank sampah. Di Karangsalam sudah ada 4 bank sampah, itu di setiap RW di sini,” terangnya.

Ia menambahkan, uang hasil dari sampah non-organik ini biasanya tidak langsung diambil oleh warga. Biasanya uang tersebut baru dibagi saat mendekati hari raya Idul Fitri. Sehingga membantu untuk membeli sembako atau keperluan lain.

“Uangnya tidak langsung diambil. Jadi ditabung dulu, dari pengurus ada yang mencatat. Nah nanti biasanya pas mau lebaran baru diambil untuk keperluan, kaya sembako, roti-roti dan lainnya. jumlahnya beragam, ada yang Rp 250 ribu ada juga yang Rp 500 ribu,” sebutnya.

Sementara itu, salah satu warga Desa Karangsalam Parsinem mengaku terbantu dengan adanya pengolahan sampah ini. Selain lingkungan menjadi lebih bersih juga ada tabungan tak terduga yang bisa digunakan saat ada kebutuhan lebih.

“Sekarang lingkungan jadi bersih, sudah gitu kita jadi punya tabungan yang tidak terasa. Tahu-tahu pas butuh bisa dipakai, lumayan bisa membantu kebutuhan,” katanya.(rz11)

Berita Terkait

Indonesia Masuki Tahap Technical Review OECD, Reformasi Birokrasi Dinilai Selaras Standar Global
Festival Beasiswa Merah Putih Hari Kedua Diserbu Ribuan Pejuang Beasiswa
PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Sabet Juara 3 Annual Report Award 2024
Indonesia Tunjukkan Lompatan Reformasi Birokrasi dalam Government at a Glance 2025
HUT HBT ke-75, Wamen Viva Yoga Sebut Pionir Transmigrasi sebagai Patriot Bangsa
Dorong Energi Bersih, PLN EPI dan Mitra Kembangkan Ekosistem Biomassa Nasional
DKD Garda Prabowo Riau Bikin Posko Penggalangan Bantuan Kemanusiaan Korban Banjir
GeoDipa berikan Penghargaan Kepada Sekolah dan Lembaga Pendidikan yang Aktif Mengedukasi Program Pengembangan Panas Bumi
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:46 WIB

Indonesia Masuki Tahap Technical Review OECD, Reformasi Birokrasi Dinilai Selaras Standar Global

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:39 WIB

Festival Beasiswa Merah Putih Hari Kedua Diserbu Ribuan Pejuang Beasiswa

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:36 WIB

PT Pelayaran Bahtera Adhiguna Sabet Juara 3 Annual Report Award 2024

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:30 WIB

Indonesia Tunjukkan Lompatan Reformasi Birokrasi dalam Government at a Glance 2025

Jumat, 12 Desember 2025 - 13:27 WIB

HUT HBT ke-75, Wamen Viva Yoga Sebut Pionir Transmigrasi sebagai Patriot Bangsa

Berita Terbaru

daerah

Satma AMPI Madina Soroti Dugaan Aktivitas PETI di Rantobi

Sabtu, 13 Des 2025 - 18:50 WIB