Apresiasi Respons Cepat Densus 88 Selidiki Konvoi Khilafah Islamiyah, DPP Permana: Waspada, Pendirinya Mantan Terpidana Kasus Terorisme

0
3

Jakarta, beritafakta.id- Ketua Umum DPP Pergerakan Milenial Nusantara (Permana), Khoirul Abidin yang akrab disapa Cak Abid mendukung Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri yang bergerak cepat tengah menyelidiki secara mendalam konvoi pemotor membawa poster dan bendera bertuliskan Khilafatul Muslimin. Konvoi tersebut mengampanyekan kebangkitan Khilafah Islamiyah.

Konvoi pemotor khilafah tidak hanya terjadi di Cawang, Jakarta Timur, namun juga dilakukan di beberapa wilayah. Salah satu yang juga terpantau di Brebes, Jawa Tengah.

Cak Abid yang merupakan Aktivis Muda Muhammadiyah meminta masyarakat mewaspadai gerakan ormas Khilafatul Muslimin. Ormas tersebut dinilai memiliki keterkaitan dengan aksi terorisme yang sangat berbahaya mempunyai tujuan membentuk sistem Khilafah Islamiyah di Indonesia.

Kami mengajak masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap ajaran terorisme, karena jaringan mereka seperti sel tidur yang tidak terlihat gerak-geriknya dan menjadi sebuah ancaman dan bom waktu bagi kedaulatan berbangsa dan bernegara,” ujar Cak Abid saat dimintai keterangan di Jakarta, Jumat (03/05/22).

Kalau gerakan ormas Khilafatul Muslimin dibiarkan, mereka akan semakin berani dan merajalela. Hal tersebut dapat memancing munculnya gerakan yang sama di daerah lain.” kata Cak Abid.

Cak Abid mendukung dan mengapresiasi atas tindakan cepat Densus 88 Antiteror Polri dalam merespons konvoi pemotor mengampanyekan kebangkitan Khilafah.

“Saya pikir pancasila sudah sangat akomodatif, maka tak perlu lagi ada Ideologi lain yang ingin mengantikanya, saya dukung kepolisian untuk terus mencari jejaring mereka yang hendak merongrong dan menghancurkan kewibawaan Pancasila dan NKRI,” tegas Cak Abid.

Kami menghimbau masyarakat jangan terjebak pada gerakan ormas berbahaya seperti Khilafatul Muslimin. Ia menilai pendiri kelompok ini adalah mantan terpidana kasus terorisme dan tangan kanan Abu Bakar Ba’asyir dan sejatinya mereka butuh anggota atau simpatisan untuk pembiayaan operasional melalui badan berkedok kemanusiaan,” tegas Cak Abid.

Kami mengajak semua pihak untuk saling bekerjasama dengan keragaman yang ada, lintas agama, akademisi, budayawan dan pemerintah memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak mudah terjerumus ideologi teroris dan kami mendorong adanya regulasi yang melarang penyebaran ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” terangnya.