Buntut Timnas Belgia Kalah Di Piala Dunia, Suporter Bertindak Anarkis Di Kota Brussel

0
10

Brussel, beritafakta.id – Terjadi kekacauan di Kota Brussel usai Belgia dikalahkan Maroko 2-0 pada partai keduanya di Grup F Piala Dunia 2022, Minggu (27/11/2022) kemarin. Gol Romain Saiss dan Zakaria Aboukhlal di babak kedua memukul The Red Devils, julukan tim nasional Belgia.

Atas kekalahan tersebut suporter Belgia bertindak anarkis dengan merusak toko hingga membakar mobil.

Dilansir dari AFP, Selasa (29/11/2022), suporter ricuh di pusat kota Brussel. Kericuhan itu membuat polisi menembakkan gas air mata.

Puluhan suporter memecahkan jendela toko. Tak hanya itu, mereka pun melemparkan kembang api.

Yang paling parah, beberapa kendaraan dibakar di jalanan. Api yang membakar mobil sempat jadi pemandangan Kota Brussel.

Kondisi tegang terjadi bahkan sebelum pertandingan berakhir. Beberapa suporter dilaporkan bersenjata tongkat.

“Puluhan orang, termasuk beberapa mengenakan hoodies, mencari konfrontasi dengan polisi, yang membahayakan keselamatan publik,” kata polisi Brussel dalam sebuah pernyataan.

Salah seorang jurnalis dilaporkan menjadi korban kericuhan tersebut. Dia terkena kembang api di bagian wajahnya.

100 petugas polisi dikerahkan untuk meredam kericuhan tersebut. Selain itu, Stasion metro ditutup, dan beberapa jalan diblokir.

Wali Kota Brussel, Philippe Tutup mengecam aksi suporter yang ricuh. Dia menegaskan polisi turun tangan menangani lokasi.

“Saya mengutuk keras insiden sore ini. Polisi telah turun tangan dengan tegas. Oleh karena itu saya menyarankan agar para penggemar tidak datang ke pusat kota. Polisi melakukan semua yang mereka bisa untuk menjaga ketertiban umum,” cuit walikota Brussel, Philippe Tutup.

“Saya telah memerintahkan polisi untuk melakukan penangkapan terhadap para pembuat onar,” lanjutnya.

Polisi menahan puluhan orang setelah mengerahkan gas air mata dan water cannons untuk membubarkan massa, sementara para perusuh dilaporkan merusak dan membakar mobil-mobil yang terparkir di jalan.

Kerusuhan juga terjadi di Kota Antwerp dan Liege, serta menjalar ke Kota Rotterdam, Amsterdam dan Den Haag, Belanda.