Geo Dipa Bantu Fasilitas Air Bersih Warga di Wilayah Operasional Dieng

0
6

Beritafakta.id,Banjarnegara – PT Geo Dipa Energi (Persero) menyerahkan bantuan sarana dan prasarana air bersih melalui pengeboran sumur air tanah di lima titik sumur air dalam (artesis). Bantuan diserahkan kepada desa-desa yang berada di sekitar area operasi PT Geo Dipa Energi Unit Dieng. kepada dua kepala desa.

Penyerahan telah dilakukan secara simbolis dengan memberikan kendi dari pihak Geo Dipa kepada kepala desa dan disaksikan langsung oleh Direktur Utama PT Geo Dipa Energi, Wakil Bupati Banjarnegara, Bupati Wonosobo serta Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Tengah di Rumah Budaya Dieng pada Senin (5/4) kemarin.

Direktur Utama PT Geo Dipa Energi Riki Firmandha Ibrahim mengatakan, bantuan tersebut merupakan komitmen perusahaan untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat. Salah satu implementasinya melalui program community development (comdev) berupa penyediaan fasilitas air bersih.

“Kami berharap bantuan ini memberikan manfaat bagi masyarakat, mengingat air bersih merupakan kebutuhan pokok masyarakat,” katanya, saat serah terima bantuan.

Dikatakan, pembangunan sumur bor air tanah dilaksanakan pada tahun 2020. Kedalaman rata-rata kelima titik sumur tersebut sekitar 125 meter. Dari jumlah tersebut, dua sumur berada di Desa Karangtengah dan 1 sumur di Desa Kepakisan Kecamatan Batur, Banjarnegara serta dua sumur di Desa Sikunang Kabupaten Wonosobo.

Sebelumnya, pada tahun 2020 telah diselesaikan lima sumur air tanah yang rata-rata kedalamannya sekitar 125 meter untuk beberapa desa berada di sekitar area operasi Geo Dipa.

“Lima sumur untuk tiga desa, yaitu 2 sumur di Desa Karangtengah Kabupaten Banjarnegara, 1 sumur di Desa Kepakisan Kabupaten Banjarnegara dan 2 sumur di Desa Sikunang Kabupaten Wonosobo,” jelasnya.
Program penyediaan fasilitas air bersih ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, mengingat ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan pokok bagi masyarakat.

Riki menambahkan, pada tahun 2021 ini, pihaknya akan kembali melanjutkan pelaksanaan program pengeboran empat 4 sumur air tanah, yaitu 1 sumur di Desa Karangtengah Kabupaten Banjarnegara, 1 sumur di Desa Dieng Kulon Kabupaten Banjarnegara, 1 sumur di Desa Bakal Kabupaten Banjarnegara dan 1 sumur di Desa Pranten Kabupaten Batang.

Riki menyebut, pada tahun 2021 GeoDipa akan melanjutkan pelaksanaan program pengeboran sumur air tanah dalam sebanyak empat sumur lagi. tiga sumur di antaranya di wilayah Banjarnegara, yakni Desa Karangtengah, Dieng Kulon dan Bakal, serta satu sumur di Desa Pranten Kabupaten Batang.

“Sumur-sumur tersebut diharapkan akan menjadi modal awal bagi bisnis unit BUMDes yang berkelanjutan. Ini akan menjadi sinergi yang baik antara GeoDipa dengan pemerintah desa untuk mendorong kesejahteraan masyarakat,” lanjutnya.


Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah, Sujarwanto pada kesempatan tersebut memberikan apresiasi kepada GeoDipa yang turut membantu mengupayakan tercukupinya air bersih masyarakat sekitar wilayah operasi perusahaan. Ia juga menjelaskan jika GeoDipa juga melakukan analisa laboratorium kualitas air sumur, pemetaan sistem perpipaan, pembangunan sistem air bersih hingga pelatihan manajemen, administrasi keuangan, dan tenaga teknis pengelola air bersih di setiap desa.

“Program ini sangat bagus sehingga kedepan dapat dikelola secara profesional sehingga ke depan bisa mandiri,” tambahnya
Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin saat dikonfirmasi melalui telephon memberikan apresiasi kepada Geo Dipa atas bantuan pembangunan sumur air tanah bagi masyarakat di Kabupaten Banjarnegara. Wabup menilai kegiatan tersebut menjadi upaya dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat, terutama masyarakat yang berada di sekitar sumur.

“Program tersebut adalah sebuah pembuktian PT Geo Dipa Energi sebagai stakeholder yang peduli pada lingkungan serta masyarakat di sekitar wilayah kerjanya,” ujarnya.

Wabup Syamsudin juga berharap kedepan, baik Kabupaten Banjarnegara maupun Wonosobo mendapatkan prioritas kembali untuk bantuan-bantuan yang sifatnya untuk pembangunan atau pemberdayaan masyarakat.
Sehingga nantinya tidak hanya sebatas kebutuhan dasar saja yang terpenuhi, tetapi masyarakat juga perlu dilatih untuk lebih berdaya agar dapat meningkatkan kesejahteraannya secara mandiri. (RZ)