Jokowi Masuk Daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia, Naik 3 Peringkat

0
32
Pada edisi 2019 lalu, The Royal Islamic Strategic Studies Centre (Pusat Studi Strategis Kerajaan Islam) sempat menempatkan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di urutan ke-16 di antara 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Foto: Istimewa

JAKARTA, Berita-fakta.co.id – Pada edisi 2019 lalu, The Royal Islamic Strategic Studies Centre (Pusat Studi Strategis Kerajaan Islam) sempat menempatkan Presiden Indonesia, Joko Widodo (Jokowi) di urutan ke-16 di antara 500 tokoh muslim berpengaruh di dunia. Kini, dalam buku yang diterbitkan tahunan yang berbasis di Amman, Yordania tersebut menempatkan Jokowi di ranking 13 untuk edisi 2020 mendatang, yang artinya naik tiga peringkat.

Dalam edisi teranyar The Muslim 500 ini, Jokowi pun ditempatkan di bawah Emir Qatar, Tamim bin Hamad al-Thani dan ditempatkan lebih unggul daripada Ahmad Muhammad al-Tayyeb yang menjabat sebagai Syekh Agung Universitas Al Azhar dan Imam Besar Masjid Al Azhar.

The Muslim 500 edisi 2020 juga menggambarkan profil Jokowi yang berlatar belakang dari keluarga sederhana serta presiden pertama yang tidak berasal dari kalangan elite politik atau militer.

“Presiden Widodo adalah Presiden Indonesia pertama yang bukan berasal dari militer atau elite politik. Ia berasal dari latar belakang keturunan Jawa yang sederhana. Ayahnya memiliki bisnis furnitur kecil, yang sering kali tidak dapat memenuhi kebutuhan (keluarga). Mereka berjuang untuk menyekolahkan anak mereka di universitas, di mana dia (Jokowi) lulus di bidang ilmu kehutanan,” tulis The Muslim 500.

Tidak hanya itu, The Muslim 500 juga mengulas perjalanan politik serta berbagai prestasi yang diperoleh Jokowi, khususnya selama menjabat sebagai wali kota Solo dan Gubernur Jakarta.

Menurut ulasan The Muslim 500, selama menjadi wali kota Surakarta, Jokowi adalah sosok sangat akrab dengan warganya dan getol mempromosikan Kota Solo sebagai pusat budaya Jawa serta berupaya mengembangkan sistem transportasi umum, perawatan kesehatan, serta hubungan bisnis dengan masyarakat.

Sementara selama menjadi gubernur Jakarta, Jokowi dikenal sebagai wali kota yang sukses dalam mereformasi pendidikan, publik transportasi, pembenahan pedagang kaki lima, dan pasar tradisional, serta menerapkan sistem pengendalian banjir.

“Berbagai penghargaan (yang diterima Jokowi) sebagai juara ketiga Wali Kota Terbaik Dunia 2012 dan masuk di salah satu daftar ’10 Wali Kota di Indonesia Terbaik 2008′ menjadi saksi kesuksesannya sebagai Wali Kota dan Gubernur,” tulis The Muslim 500.

Tidak berhenti di situ, The Muslim 500 bahkan memuji Jokowi sebagai sosok politisi yang sukses dan ‘bersih’.

“Dia berusaha keras mendapatkan reputasi sebagai politisi yang ‘bersih’, menghindari tuduhan korupsi serta nepotisme yang (selama ini) menyeret sebagian besar politisi (Indonesia),” tulis The Royal Islamic Strategic Studies Centre.

Selain menjabarkan perjalanan politik hingga kampanye ‘blusukan’ yang khas, The Muslim 500 juga turut mengutip beberapa kutipan Jokowi terkait Islam.

“Pluralisme selalu menjadi bagian dari DNA Indonesia. Meski pun banyak tantangan, Islam di Indonesia selalu menjadi kekuatan untuk moderasi (dan) Islam Indonesia bukan Islam Arab, tidak harus memakai jubah, tidak harus memakai sorban. Yang paling penting adalah substansi, yaitu moralitas Islam bukan tentang perihal jubah, celana panjang (atau) sarung,” tulis The Muslim 500 mengutip pernyataan Jokowi.

Wartawan: Purwanto