Masih Konsisten Berbagi Meski Momen Ramadhan Sudah Usai

0
65

Tangerang, beritafakta.id- Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Institut Teknologi Dan Bisnis Ahmad Dahlan (PK IMM ITB AD) Kampus Karawaci, melaksanakan kegiatan berbagai yang diberi nama Jum’at Berkah (Juber) di sekitar Wilayah Kampus, Karawaci, kota Tangerang, pada Jum’at 24 Juni 2022.

Kegiatan berbagi nasi disambut antusias oleh warga, Agenda yang merupakan program kerja dari bidang Sosial Pemberdayaan Masyarakat (SPM), selain disambut baik oleh warga, IMM masih konsisten dengan kegiatan peduli dan berbagi.

Selain bagian dari tri kompetisi dasar IMM, yaitu Intelektualitas, Religiusitas dan Humanitas. ketua umum Pimpinan Komisariat IMM ITB AD Karawaci, Sulaeman mengatakan bahwa IMM masih memiliki kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan adanya acara yang diselenggarakan oleh bidang SPM ini merupakan wujud dari implementasi salah satu dari tri kompetensi dasar IMM yaitu Humanitas, yang mana peduli terhadap masyarakat” ucap pemuda yang akrab di sapa Sule.

Sule juga menyapaikn bahwa kegiatan ini sebagai bentuk dari tanggung jawab IMM dalam berdakwah. “Dengan begitu disini kami PK IMM ITB AD Karawaci mengucapkan terimakasih kepada seluruh donatur yang telah berpatisipasi, semoga senantiasa allah limpahkan keberkahan, diluaskan rizki nya dan dimudahkan segala urusan nya. Aamiin” ungkapnya.

Lebih lanjut Sule menghimbau agar kegiatan ini tidak hanya terjadi saat ada momentum bulan Ramadhan, bencana alam, dan pendemi, tetapi rasa kepedulian terhadap sesama harus terus di jalankan setiap saat, seperti yang diajarkan Islam dalam kitab Al-Qur’an.

Yang menarik, kegiatan ini seperti lirik lagu yang di tulis oleh band Slank berjudul Solidaritas, yang mana dalam lirik lagu tersebut menyampaikan “Mengapa harus tunggu bencana, kita rela sisihkan harta untuk sesama? Mengapa harus tunggu bencana, baru kita bersahabat dengan alam? Mengapa nggak setiap hari
Berbuat seperti ini?” Kegiatan hari ini seperti menjadi realisasi lagu tersebut.

Sampai pada akhirnya, ini bukan soal jarak, jarak antara si kaya dan si miskin, tapi ini soal rasa solidaritas sebagai sesama makhluk penghuni bumi.