Pakar Covid-19: Hilangkan Covid-19 Tidak Cukup Dengan Vaksinasi

0
9

beritafakta.id- 2 tahun lamanya pandemi virus Covid-19 masih melanda negara Indonesia, upaya dilakukan dengan pemberian vaksin dari pemerintah untuk mengurangi penyebaran Covid-19.

Pemerintah Indonesia dalam pencegahan Covid-19 melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 10 Tahun 2021
Tentang “Pelaksanan Vaksinasi Dalam Rangka Penaggulangan Pandemi
Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)”.

Virus tersebut juga dirasakan dibebarapa negara dan menghambat sektor ekonomi dan pendidikan.

Pemerintah dan masyarakat harus bekerjasama dalam memutuskan mata rantai Covid-19 dengan Menjauhi Kerumunan, dan Mengurangi Mobilitas, Menggunakan Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak (5M).

Sementara Vaksin adalah zat yang sengaja dibuat untuk merangsang pembentukan kekebalan tubuh dari penyakit tertentu, sehingga bisa mencegah terjangkit dari penyakit tertentu tersebut.

Saat ini sudah ada 30 jenis vaksin yang diciptakan sejak konsep vaksinasi dilakukan Edward Jenner pertama kalinya pada 1796. BuktiĀ keberhasilan vaksin adalah musnahnya penyakit Variola (small pox) pada 1979.

Sekarang kita juga dalam upaya memusnahkan campak dan polio. Indonesia sendiri saat ini bebas polio karena program imunisasi, dikutip dalam situs covid-19.go.id.

Fenomena Vaksin masih menjadi perbincangan, dr. Siti Fadilah Supari mengatakan vaksin tidak ada dalam sejarah untuk menghentikan pandemi seharusnya obat yang bisa mengatasi pandemi.

“Ia tidak percaya dengan segala macem vaksin yang ada,” ungkap dalam chanel yotube Karlin Ilyas Club, (16/04/2021).

Sementara dr. Nazar pakar virus covid-19 mengatakan, pandemi Covid-19 menjadi tugas bersama dan meyakini bahwa pandemi ini juga tidak cukup dengan hanya di vaksin.

“Menyakini dan setengah percaya pandemi ini bisa berakhir dengan cara di vaksin, tetapi vaksin bentuk upaya untuk menurunkan grafik penurunan pandemi dan tindak meninggalkan 5M, ” kata dia dalam chanel yotube Karlin Ilyas Club, (23/04/2021).