Penyebab Gempa Cianjur Berkekuatan 5,6 M, Ini Kata Ahli Geologi

0
16

Cianjur, beritafakta.id – Ahli Geologi Awang Harun Satyana menilai, para Ahli sempat menduga, penyebab terjadinya gempa Cianjur Jawa Barat, pada Senin (21/11/22) lalu, adalah karena aktivitas Sesar Cimandiri. Namun, secara Saintifik, masih menjadi tanda tanya yang belum bisa terjawab secara pasti.

Ia menyebut, Sesar Cimandiri, merupakan jalur sesar besar, yang memanjang hampir 100 km, dan terbagi ke segmen-segmen sesar yang melintasi wilayah kabupaten-kabupaten Sukabumi, Cianjur, dan Bandung.

“Sesar ini, secara umum merupakan jalur sesar mendatar, yang bergerak geseran kiri atau sinistral. Begitu pun sifat sesar penyebab gempa Cianjur kemarin. Jadi, tidak heran (jika) para ahli menduga, gempa kemarin berhubungan dengan Sesar Cimandiri,” tuturnya, dikutip CNBC Indonesia, Minggu (27/11/22).

Sementara itu, analisis data lanjutan, menunjukkan bahwa pusat gempa yang menimbulkan 310 korban jiwa tersebut, bukan berasal dari zona Sesar Cimandiri. Karena, lokasi pusat gempa berada di 10 km dari sisi terluar zona Sesar Cimandiri.

“Pusat gempa Cianjur kemarin berada di area lereng tenggara Gunung Gede, dan dari peta geologi yang ada. Tidak ada sesar terpetakan, tetapi hanya endapan muda gunung api muda, berupa lapukan lahar atau breksi volkanik, lava, dan tuf atau abu vulkanik,” imbuhnya.

Awang mengatakan, peta geologi yang dimaksud adalah, peta geologi Lembar Cianjur yang selesai dipetakan pada 1972, oleh Sudjatmiko, Geolog Utama dari Direktorat Geologi.

Dalam keterangan tertulisnya, Awang menyebutkan dua kemungkinan sesar utama penyebab gempa Cianjur, yaitu sesar tua yang seusia Sesar Cimandiri, atau sekitar 20 juta tahun yang tak terpetakan, akibat tertutup endapan gunung api muda yang berusia di bawah 1 juta tahun, atau sesar yang baru terbentuk oleh proses Geologi yang menekan wilayah Jawa Barat, dan menyebabkan patahan batuan lalu gempa.