Rapat Desa Sobang Layaknya Rapat Preman Berujung Penganiayaan Wartawan

0
104

PANDEGLANG,Beritafakta.id-Ada- ada saja, rapat desa yang seyogyanya menjadi tempat mendapatkan solusi bermusyawarah. Ini malah berubah menjadi rapat arogansi layaknya rapat preman jalanan yang tak kebagian jatah lapak hasil Pungutan Liar alias Pungli.

Peristiwa itu terjadi di Desa Sobang Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang, pada hari Kamis Tanggal 17 Maret 2022.

Rapat Desa Sobang yang dihadiri Kepala Desa Sobang, Hasanudin didampingi oknum Advokat sekaligus Ketua BPD serta para Aparatur Pemerintah Desa lainnya, bukannya dapat menyelesaikan masalah malah sebaliknya menimbulkan masalah, hingga menyebabkan seorang wartawan media online berinisial RM menjadi korban akibat bulan – bulanan bogem mentah oknum aparat desa.

Akibatnya korban RM usai peristiwa melakukan visum dan melaporkan kejadian itu kepada Kepolisian Resort (Polres) Pandeglang terkait dugaan penganiayaan dan pengeroyokan terhadap dirinya pada Jumat Tanggal 18 Maret 2022.

Kepada awak media, RM membenarkan adanya penganiayaan dan pengeroyokan dilakukan oknum aparat Desa Sobang terhadap dirinya. Padahal kata RM dirinya datang ke Kantor Desa Sobang tiada lain hendak konfirmasi perihal pemberhentian aparatur Desa Sobang yang diduga menyalahi prosedur dan aturan tentang pengangkatan dan pemberhentian aparatur desa.

“Masalah ini sangat menyakiti perasaan hati dan fisik saya. Sebagai warga negara yang menjadi korban tentu saya pun menempuh jalur hukum dengan melaporkan oknum oknum pelaku yang menganiaya saya ke Polres Pandeglang, dan saya berharap Polisi cepat bertindak dan menangkap para pelaku,” ujar RM

Sementara Kepala Desa Sobang, Hasanudin kepada awak media dan telah dimuat disalah satu media on line lokal membantah tudingan adanya penganiayaan dan pengeroyokan kepada RM.

Hasanudin dalam bantahannya mengatakan, tidak ada pengeroyokan dalam peristiwa itu. Yang terjadi hanya insiden kesurupan salah satu pegawai atau aparat Desa Sobang yang mengamuk, tapi itu pun dapat dilerainya. Demikian sekilas pernyataan Hasanudin yang dimuat di salah satu media on line lokal.***

Reed..77