Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO), Gelar Apel Persiapan Pendistribusian 10.000 Sembako

0
15

beritafakta.id Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Konsolidasi Mahasiswa Nasional Indonesia (KOMANDO) menggelar apel dalam rangka menyambut persiapan Hari Kesaktian Pancasila yang jatuh pada tanggal 1 Oktober 2021.

Presidium Komando Jaksel yang juga merupakan mahasiswa UMJ, Misbahul Anwar, mengatakan, Apel dilakukan dalam rangka open donasi Solidaritas Kesaktian Pancasila menggalang 10.000 paket untuk 250 RT yang tersebar di Tangerang Selatan, Jakarta Selatan, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kabupaten Bogor.

Baksos ini merupakan lanjutan baksos pertama, kedua yaitu Berbagi Sembako Dalam Asa Menjemput Gotongroyong.

Misbah menjelaskan, terdapat 2 faktor yang menjadi alasan pihaknya kembali melakukan pendistribusian paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19.

Faktor pertama, lanjut misbah, perdebatan soal penerima bantuan yang tidak bisa ditolerir menjadi alasan lambatnya distribusi kebutuhan pokok pangan, hal itu karena Covid-19 telah berlangsung selama 1,5 tahun di Indonesia.

“Kesombongan, lemahnya pendataan, dan adanya indikasi mempermaikan data dalam penanggulangan Covid-19 yang berakibat kepada kesengsaraan rakyat menjadi pesan moral bagi gerakan kita,” kata Misbah, dalam keterangan tertulisnya, Kamis, (16/9/2021).

“Triaspolitika khususnya eksekutif tidak cukup berhasil memanejerial potensi sumber daya manusia dalam seruannya menyatu dan bergotongroyong. Bahkan Pernyataan dan prilaku yang terlihat di jajaran eksekutif serta triaspolitika lainnya justru menjadi salah satu faktor penyebab gagalnya menejerial potensi SDM dan krisisnya kewibawaan lembaga negara,” lanjutnya.

Sedangkan untuk faktor kedua, dikatakan Misbah, dalam sisi moral dan kemanusiaan, mahasiswa memiliki tanggung jawab atas nama Tridharma Perguruan Tinggi.

“Dalam pendistribusian menggunakan sistem tersebut kita mendapatkan informasi dari lapangan bahwa perangkat RT gelisah karena terbatasnya paket sembako yang kita miliki, yang berakibat kepada tidak meratanya warga yang menerima paket sembako,” katanya.

Sementara itu, Presidium Komando Tangerang Selatan (Tangsel), Adit, menyatakan, 1,5 tahun Covid-19 menjangkit Indonesia, faktanya telah merubah pranata sosial baik yang berdampak positif maupun negatif. Hal stratagis yang timbul selain darurat kesehatan, perubahan prilaku sosial kondisi pelemahan ekonomi juga telah menjadi ancaman baru.

“Dalam 1,5 tahun tersebut, Covid-19 faktanya telah meningkatkan indikator kemiskinan warga di Indonesia, semakin terpuruknya masyarakat bawah karena PHK dan pekerjaan serabutan, serta masyarakat menengah yang khawatir gagal membayar cicilan hutang,” tutur Adit.

“Selain itu 1,5 tahun Covid-19 di Indonesia faktanya juga telah menghadirkan keterpurukan kesehatan dan terjungkalnya ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Selain itu Adit menjelaskan, dengan sistem pendistribusi yang dilakukan secara serentak dalam waktu dan hari yang sama menjadi suatu bukti bahwa mahasiswa, pemuda dan pelajar menggembleng dirinya atas peran dan fungsi sebagai generasi penerus bangsa dalam memanejerial penanggulangan masalah.

Secara luas, lanjut Adit, hal itu juga menjadi jiwa tridharma perguruan tinggi dalam membentuk jiwa mahasiswa yang intelektual, analisa dan data, menejemen, edukasi dan leadership.

“Manfaat lain yang didapat dari sistem pendistribusian tersebut yaitu sebagai prototype pemanfaatan dan pengembangan SDM dalam hal ini mahasiswa, pemuda dan pelajar sebagai kelompok produktif dan merupakan komponen dari bonus demografi yang dimiliki oleh Indonesia,” terangnya.

“Menjadi catatan bersama, bila Indonesia gagal dalam menangani dan memanfaatkan bonus demografi tersebut, maka bencana pengangguran akan menjadi ancaman untuk pertumbuhan interaksi sosial diantaranya  kedaulatan ekonomi, kedaulatan politik, kedaulatan hukum, kedaulatan sosial, kedaulatan budaya, kedaulatan keamanan, kedaulatan petahanan, dan kedaulatan hubungan internasional,” tegasnya.