Sabar Sebuah Kunci Menyikapi Musibah

0
49

Tangerang, Beritafakta- Manusia adalah makhluk yang berpikir. Ia akan memikirkan apa saja yang terjadi di sekelilingnya, termasuk memikirkan musibah atau kesedihan yang menimpanya. Musibah memang membuat kita menjadi sedih dan gelisah, bahkan tak ada yang menyukainy

Semua orang selalu belindung ingin dijauhkan dari musibah. Tetapi, adakalanya musibah itu justru lebih baik.

Perlu kita ketahui selama seorang hamba jangtungnya masih berdetak ataupun bernafas, pasti ia mendapat musibah dan ujian dari Allah Swt. Musibah dan ujian bukan hanya berupa kesedihan dan pada saat yang lain Allah memberikan ujian berupa kebahagiaan. Mereka yang berhasil atas ujian itu adalah yang mampu bersabar dan bersyukur, itulah kunci menyikapi sebuah musibah.

Musibah virus corona yang sampai saat ini masih melanda dunia, termasuk di Indonesia. Data terbaru di Indonesia hingga Kamis (14/01/2022), yang dilansir covid19.go.id jumlah positif 4.269.740 jiwa, pasien yang sembuh 4.117.700 jiwa, dan jumlah yang meninggal 144.163. hal ini tentu merupakan musibah yang di turunkan oleh Allah sebagai ujian

Allah ingin melihat seberapa besar kesabaran dan keimanan umatnya atas diangkatnya secuil nikmat sehat. Firman Allah Swt, yaitu وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَوْفِ وَالْجُوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَمْوَالِ وَالْاَنْفُسِ وَالثَّمَرٰتِۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ

“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al – Baqarah:155)

Panik dan takut terhadap virus corona ini adalah hal yang wajar. Siapa yang tidak takut, para tenaga medis yang paling mengerti kesehatan pun menjadi korban ganasnya COVID-19

Namun, jangan sampai kita menjadi murka kepada yang mahakuasa. Sebaiknya, kita kembali dan terus meningkatkan keimanan dengan bersabar dan ikhtiar agar melakukan gaya hidup bersih dan sehat, antara lain rajin membersihkan diri, terutama cuci tangan sesering mungkin. Selain itu, stamina dan daya tahan tubuh harus senantiasa dijaga

Lalu apa yang harus diucapkan ketika mendapat musibah ? Allah Swt berfirman dalam ayat selanjutnya, yaitu الَّذِيۡنَ اِذَآ اَصَابَتۡهُمۡ مُّصِيۡبَةٌ  ۙ قَالُوۡٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّـآ اِلَيۡهِ رٰجِعُوۡنَؕ

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata “Inna lillahi wa inna ilaihi raji‘un” (sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali)

(QS. Al- Baqarah:156)

Sabar diartikan sebagai tahan menghadapi cobaan, tidak mudah marah, dan tidak lekas putus asa. Sabar juga berarti tenang dan dapat mengendalikan emosi dan diri saat diterpa banyak godaan dan ujian

Sabar juga harus kita munculkan sejak awal ditimpa musibah, bukan di akhir setelah musibah selesai dan lisan telah mengeluh hati tidak terima. Hal tersebut sebagaimana sabda Rosulullah Saw, yaitu

“Sesungghunya, sabar itu ketika awal tertimpa musibah.” (HR.Bukhari).

Sikap sabar menghadapi musibah adalah representasi ketangguhan dari seorang hamba karena menerima segala takdir-Nya. Dalam Islam, pahala atas kesabaran menghadapi musibah begitu besar bahkan tanpa batas. Seperti fiman Allah Swt, yaitu  إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَا

“Sesungguhnya balasan pahala bagi orang-orang yang sabar adalah tidak terbatas. (QS. Az Zumar: 10)

Karena itu, bersabar dan tetap bersyukur kepada apa yang telah diberikan Allah swt menjadi kunci untuk meredam amarah atas musibah. Sebab, Allah pun tak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan hamba-Nya. Seperti firman Allah Swt, Yaitu  لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala (dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapat siksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Mereka berdoa): “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kam

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.” ( QS Al-Baqarah:286)

Dari ayat di atas dapat kita pahami bahwa Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dan ini merupakan janji Allah. Jadi, tidak mungkin Allah membebani kita dengan ujian yang tidak kita sanggup

Kemudian Allah akan memberikan pahala kebaikan jika seseorang yang sedang diuji tersebut bersabar dan melakukan kebaikan dan mencari jalan keluar dengan cara yang diridhai Allah, dan sebaliknya Allah akan memberikan dosa jika ia tidak bersabar dan mencari jalan keluar dengan cara yang tidak diridhai Allah

Kita juga harus yakin setelah kesulitan pasti ada kemudahan. Seperti fiman Allah Swt, yaitu  فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرً

Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan, sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. (QS Al-Insyirah:5-6

Semoga kita termasuk orang-orang yang bersabar ketika menghadapi musibah, baik dengan hati, lisan atau pun anggota badan. Dan semoga dengan musibah yang saat ini melanda di berbagai dunia khususnya di Indonesia, agar cepat pulih kembali dan dengan adanya COVID-19 ini kita senantiasa mengambil hikmah nya agar selalu menjaga kebersihan dan kesehatan. Hasbunallaah wa ni’mal wakiil ni’mal maulaa wa ni’mannashiiir

Laa haulaa walaa quwwatta ilabillaa

Wallahu a’lam bishawab. (Red/Sulaeman)