Sekilas Tentang Seni Budaya Paku Banten

0
22

TANGERANG,beritafakta – Di jaman era digitalisasi seperti sekarang ini, kita kesulitan mencari seni budaya tradisional, karena sudah banyak nilai nilai budaya yang terpengaruh oleh kebudayaan luar.

Paku Banten merupakan seni budaya asli masyarakat Banten yang harus dilestarikan, agar tetap exis dan berkembang di Indonesia. Hal ini disampaikan oleh Pendiri  sekaligus Guru Besar Seni Budaya Paku Banten H.TB. Syafrudin, AS, ketika ditemui wartawan di kantor Badan Penelitian Aset Negara (BPAN) DPD Banten di Ruko Metropolis Tangerang, Rabu (07/04/2021).

Mengatakan, “Saya selaku pendiri, pencipta sekaligus Guru Besar Perguruan Seni Budaya Paku Banten, yang telah didirikan pada tahun 1980 di Lampung hingga Palembang, dan Banten, “bertujuan untuk merangkul seluruh elemen masyarakat, agar bangsa Indonesia aman, tentram dan damai”,serta untuk melestarikan seni budaya Banten agar tidak punah dan generasi muda sekarang dapat mengenalnya,” ucap Abah, panggilan akrab TB.Syafrudin.

Masih dikatakan Abah Syafrudin,” sampai saat ini Paku Banten Alhamdulillah tidak cacat hukum, bersih dari persoalan dan permasalahan yang bersinggungan dengan hukum”,   “Paku Banten beda dengan ormas lain, seperti : Pemuda Pancasila, FBR, Forkabi, BPPKB. Karena merupakan seni budaya pencak silat Paku Banten”,  seperti : debus, terumbu, bandrong, dan lain lain”, ujarnya.

Saat ini anggota Paku Banten di nusantara berjumlah sekitar 30.000 anggota. Paku Banten telah berbadan hukum, merupakan organisasi yang terbuka, tidak memandang ras,suku,golongan, asal usul dan agama.

  1. Hal senada juga disampaikan oleh Ketua Umum Paku Banten, H.TB Hasan Ninggu, “Guna mengembangkan seni budaya Paku Banten di wilayah Indonesia, Paku Banten  telah menggandeng Aliansi Indonesia, Badan Penelitian Asset Negara (BPAN) DPD Provinsi Banten, agar terjalin kerjasama dan sinergitas  memajukan seni budaya Paku Banten  serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia anggota Paku Banten di Nusantara tercinta ini,”pungkasnya.