Sekolah Tatap Muka Di Tangerang Selatan Hanya Dua Jam Dalam Seminggu Dua Kali

0
15

Tangsel,Beritafakta.id-Kegiatan Pembelajaran Tatap Muka di Tangerang Selatan, masih tahap persiapan. Saat ini, Pemerintah Kota sedang membahas sejumlah skema yang bisa diterapkan sekolah selama PTM berlangsung nanti.

Wali kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie menyebutkan, berdasarkan aturan terbaru, kehadiran siswa dalam PTM dibatasi hanya 50 persen dari jumlah siswa yang ada di sekolah. Sementara, dalam skema yang dibuatnya, kehadiran siswa dibatasi bertahap, mulai dari 25 persen dan sampai ketentuan 50 persen di kelas.

“Kita lagi susun skenarionya, sedangkan SKB 3 menteri mensyaratkan 50 persen kapasitas, kami turunkan lagi menjadi 25 persen. Artinya nanti kita bertahap, dari 25 persen baru 30 persen seminggu kemudian atau dua minggu kemudian 40 persen dan seterusnya,” kata Benyamin Davnie di kantor Wali Kota Tangerang Selatan, Ciputat, Senin (14/6).

Dia menjelaskan, seandainya jumlah siswa dalam kelas sebanyak 30 orang, maka yang boleh mengikuti kelas tatap muka hanya tujuh siswa. “Dengan catatan satu hari hanya dua jam dan seminggu hanya dua hari,” kata Benyamin.

Dia menuturkan, di masa perpanjangan PPKM Mikro saat ini, 92 persen wilayah Rukun Tetangga (RT) di Tangerang Selatan, dalam zona hijau. Bisa dipastikan, pelaksanaan PTM di Tangsel, secara ketentuan telah terpenuhi. Walau, perkembangan kasus Covid-19 di Tangsel akan terus dimonitor.

“Dalam PPKM mikro saat ini, sudah 92 persen lebih RT kita zonanya hijau. Jadi kita persyaratkan, kita lihat dalam skala yang lebih mikro lagi di RT situ,” ujar dia.

Sejalan dengan persiapan skema PTM di sekolah-sekolah yang ada di Tangerang Selatan itu, Benyamin juga mempersiapkan pemberian vaksinasi bagi tenaga pendidik dan kependidikan. Dia berharap, guru di Tangerang Selatan telah menerima vaksin saat kebijakan PTM dibuka.

“Sekarang kita lagi gencar menyelesaikan vaksinasi bagi para guru. Kita dorong para guru datang ke Puskesmas terdekat untuk divaksin. Jadi saya berharap, begitu PTM kita gelar, seluruh guru sudah selesai divaksin. Tapi kalau ternyata vaksinasi bagi para guru ini juga belum bisa kita capai di sekolah itu misalnya, sekolah itu tidak akan kita buka tatap muka,” kata dia.

Team BF
(mdk/gil)