Sosok Seorang Tontowi Ahmad di Mata Liliyana Natsir

0
21

beritafakta.id Selama kurang lebih delapan tahun berpasangan, Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir telah melewati masa-masa sulit maupun masa kejayaan. Suka duka telah dilalui bersama, namun banyak yang tak tahu kalau kedua pemain ini ternyata cukup kompak, baik di luar maupun di dalam lapangan.

Hal pertama yang disebut Liliyana ketika ditanya soal sosok Tontowi adalah sabar. Kesabaran Tontowi ternyata berbuah manis. Bukan hal mudah tiba-tiba dipasangkan dengan Liliyana yang sudah punya nama, Tontowi juga harus beradaptasi dengan karakter Liliyana yang tegas.

Sang pelatih, Richard Mainaky, mengatakan bahwa ia dan Liliyana sesama orang Timur, memang punya cara bicara yang tegas dan kadang keras, namun tidak bermaksud marah. Meski sempat butuh waktu beradaptasi, dikatakan Liliyana dan Richard, Tontowi akhirnya bisa melewati masa-masa tersebut sehingga ia bisa mengembalikan fokusnya.

“Owi (Tontowi) itu sabar. Mungkin selama pasangan sama dia, saya tempramental tapi dalam arti positif, saya nggak mau kalah. Saya terbawa suasana kalau (pukulan) dia nyangkut atau apa, saya menunjukkan ekspresi kecewa,” kata Liliyana kepada Badmintonindonesia.org.

“Nah Owi selama ini bisa sabar, dia sudah paham, cik Butet nggak maksud kayak gitu, spontan aja karena sama-sama pengin menang. Mungkin nggak semua atlet dan partner bisa seperti Owi yang bisa nyesuain dengan keadaan,” lanjutnya.

Liliyana mengatakan bahwa banyak orang bertanya kepada Tontowi bagaimana rasanya jika dimarahi olehnya di lapangan? Liliyana menambahkan bahwa di luar hal itu, selama berpasangan bersama Tontowi, mereka sangat solid.

“Selama ini di luar orang lihat cik Butet gimana ke Owi, tapi di luar itu kami kompak, sering ngobrol, bahas permainan. Apapun hasil yang kami dapat, kami pasti evaluasi, nggak diem-dieman, ini resep ampuh buat pemain ganda,” ungkap Liliyana.

“Pemain ganda itu yang penting komunikasi, jangan saling menyalahkan, wajar kalau orang emosi habis kalah, tapi dikomunikasikan ke pasangan main, tadi apa kurangnya dari kita berdua? Dari saya apa dari dia apa?” lanjut Liliyana.

Bergelimang gelar dan prestasi tak didapat Tontowi/Liliyana semudah membalikkan telapak tangan. Liliyana bercerita tentang beratnya menyelesaikan ketegangan yang pernah terjadi dengan Tontowi. Kegagalan total tanpa medali di Olimpiade London 2012 ternyata bukanlah saat terberat bagi mantan penghuni tahta rangking satu dunia tersebut.