Haidar Alwi Puji Peran Polri Wujudkan Swasembada Pangan dan Tingkatkan Perekonomian Petani

Minggu, 8 Juni 2025 - 18:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id – Pendiri Haidar Alwi Institute (HAI), R Haidar Alwi memuji peran Polri dalam meningkatkan perekonomian petani sekaligus membantu pemerintah mencapai swasembada pangan.

Peran Polri tersebut ditunjukkan melalui pengelolaan lahan untuk pertanian jagung. Dari 334.524,37 hektare lahan yang digarap, hasil panennnya diperkirakan mencapai 1,78 sampai 2,54 juta ton jagung.

“Presiden Prabowo beruntung memiliki jajaran seperti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Di bawah kepemimpinan beliau, Polri menunjukkan peran krusialnya dalam membantu mewujudkan visi-misi Prabowo-Gibran. Terutama terkait penegakan hukum, pemerataan ekonomi dan kesejahteraan serta swasembada pangan,” kata R Haidar Alwi, Sabtu (7/6/2025)”.

Ia menjelaskan bahwa dalam mencapai swasembada pangan khususnya jagung, Polri berperan dari hulu hingga ke hilir. Mulai dari edukasi, penyiapan lahan, pupuk dan alat-alat pertanian, bibit unggul, proses penanaman sampai panen, penampungan dan penyimpanan, distribusi, ekspor, hingga pengolahan hasil panen untuk pakan ternak.

“Padahal, tugas Polri secara konvensional melayani masyarakat, menjaga kamtibmas dan sebagai penegak hukum saja sudah berat. Ditambah penyebaran kebencian terhadap Polri secara masif dan upaya delegitimasi melalui desakan pencopotan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Meski tidak mudah, semua itu dijawab dengan prestasi dan pengabdian tanpa batas,” jelas R Haidar Alwi.

Hasil panen jagung Polri pada panen raya kuartal II 2025 mengalami kenaikan signifikan dari 2 ton per hektare menjadi 9,3 ton per hektare. Dampaknya, pendapatan para petani juga meningkat tajam dari Rp500 ribu per bulan menjadi Rp4,5 juta per bulan.

Pertumbuhan produktivitas ini tidak terlepas dari penggunaan bibit unggul dan pupuk hasil riset Polri serta alat pertanian yang modern. Untuk menyimpan hasil panen, Polri bersama Bulog membangun 18 gudang yang ditargetkan selesai pada Agustus 2025. Mereka juga siap membeli hasil panen petani dengan harga Rp5.500 per kilogram untuk menjawab tantangan surplus produksi yang ditaksir hingga 6 juta ton.

Sedangkan di sisi hilir, Polri menjalin kerjasama dengan perusahaan pakan ternak untuk mengelola hasil panen melalui 47 feedmills di 17 provinsi. Selain itu, dua pabrik baru di Maros (Sulsel) dan Lamongan (Jatim) juga dalam proses pembangunan, yang akan menjadi tempat pengolahan pakan ternak terbesar di Asia Tenggara.

Melalui kolaborasi dengan pihak lain, dijalinlah kerjasama ekspor dengan perusahaan pengelola hasil pertanian di Malaysia. Kerjasama ekspor yang telah disepakati mencakup 20 ribu ton jagung secara bertahap. Ekspor perdana sebanyak 1.200 ton dengan harga Rp5.900 per kilogram diresmikan dan dilepas langsung oleh Presiden Prabowo.

“Ini sebuah pendekatan kolaboratif-komprehensif yang melibatkan banyak pihak dan aspek yang relevan. Ketahanan pangan mendukung terciptanya stabilitas keamanan dalam negeri sehingga pembangunan dapat berjalan optimal sesuai yang dicita-citakan,” pungkas R Haidar Alwi.

Berita Terkait

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?
“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual
Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!
Dari Santri hingga Doktor Belfast, Deni Iskandar Kini Nahkodai KUI UMT
Menteri Rini Terima Penghargaan Sekar Agni Negeri 2026
Kementerian PU Percepat Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II
Pemprov DKI Anggarkan Rp3,9 Miliar untuk Tebus 2.026 Ijazah Siswa pada 2026
TIM TAEKWONDO GARBHA PRESISI POLRI JUARA UMUM DI OSAKA JEPANG DI AJANG THE 22nd WATA OPEN INTERNATIONAL TAEKWONDO CHAMPIONSHIP 2026
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:18 WIB

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:26 WIB

“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:16 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:15 WIB

Dari Santri hingga Doktor Belfast, Deni Iskandar Kini Nahkodai KUI UMT

Sabtu, 9 Mei 2026 - 12:51 WIB

Menteri Rini Terima Penghargaan Sekar Agni Negeri 2026

Berita Terbaru