PLN EPI Genjot Bioenergi untuk Masa Depan Energi Berkelanjutan

Sabtu, 8 November 2025 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 7 November 2025 – Bioenergi semakin menjadi fokus strategi ketahanan energi nasional. Dalam kuliah tamu “Bio Energi: Mimpi Menuju Ketahanan Energi” yang digelar Program Studi Bisnis Energi Institut Teknologi PLN (ITPLN), para pakar menekankan bahwa pengembangan bioenergi bisa menjadi tulang punggung transisi energi dan kemandirian energi Indonesia.

Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), Hokkop Situngkir, mengatakan bahwa bioenergi memiliki peran penting dalam mencapai target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi, baik di tingkat nasional maupun daerah.

“Program biomassa dan bioenergi ini bukan hanya soal bauran energi, tetapi membangun sistem energi yang tangguh, berkelanjutan, dan melibatkan masyarakat dari hulu hingga hilir,” jelas Hokkop di Kampus ITPLN, Jakarta.

Hokkop menambahkan bahwa program cofiring biomassa di PLTU telah berhasil menurunkan emisi karbon sepanjang rantai pasok dan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat daerah. PLN EPI terus mendorong kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pelaku usaha untuk memperkuat riset, rantai pasok bahan baku, serta inovasi teknologi rendah karbon.

“Sinergi dengan kampus seperti ITPLN sangat penting agar kita tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengembangnya,” ujarnya.

Dr. Ir. Ali Ahmudi, S.Si, MT, M.Si, dosen dan peneliti bidang energi ITPLN, menekankan bahwa bioenergi merupakan bentuk energi terbarukan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Biomassa dari limbah pertanian, perkebunan, dan sampah organik memiliki potensi besar untuk diolah menjadi listrik dan bahan bakar bersih.

“Bioenergi menjadi jembatan menuju ketahanan energi yang inklusif. Ia mengurangi ketergantungan energi fosil sekaligus memberdayakan masyarakat pedesaan,” kata Ali.

Diskusi yang dimoderatori Dr. Eri Prabowo, ST, M.Kom, IPU dan dipandu Lisdiana, SE, MM membahas integrasi bioenergi ke dalam kebijakan nasional serta tantangan membangun ekosistem energi hijau yang berkelanjutan.

Para pembicara sepakat bahwa keberhasilan bioenergi tidak hanya diukur dari sisi teknis, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonominya. Kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah menjadi kunci agar bioenergi benar-benar menjadi pilar ketahanan energi nasional.

(Alda)

Berita Terkait

PIP Indonesia Perkuat Peran Pemuda Lewat Halal Bihalal dan Rakertah 2026
Simulasi Latihan Kesiapan Kesatuan Hadapi Kontijensi Di Purbalingga
Sidang Lanjutan Kasus BOK Puskesmas Kutasari, Ada Kelebihan Pesanan Makanan dan Snack, Kelebihan Masuk Ke Rekening Pribadi Kepala Puskesmas
Lawan Banjir dengan Inovasi, Pemuda Desa Mojohagung Sulap Bantaran Sungai Jadi Koridor Alpukat
DPD RI: Temuan BPK Harus Jadi Perbaikan Nyata, Bukan Sekadar Catatan
Panitia ALJIRO SMANSA Matangkan Reuni Akbar, Rektor Universitas Diponegoro Beri Dukungan Penuh
Digempur 36 Juta Serangan Siber, Pemkab Banjarnegara Perkuat CSIRT dan Bongkar Celah Keamanan Sistem.
Silaturahmi Pensiunan Keuangan dan Logistik di Bandung: Hangatkan Kebersamaan, Eratkan Persaudaraan
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 23:46 WIB

PIP Indonesia Perkuat Peran Pemuda Lewat Halal Bihalal dan Rakertah 2026

Kamis, 23 April 2026 - 23:12 WIB

Simulasi Latihan Kesiapan Kesatuan Hadapi Kontijensi Di Purbalingga

Kamis, 23 April 2026 - 21:53 WIB

Sidang Lanjutan Kasus BOK Puskesmas Kutasari, Ada Kelebihan Pesanan Makanan dan Snack, Kelebihan Masuk Ke Rekening Pribadi Kepala Puskesmas

Kamis, 23 April 2026 - 21:12 WIB

Lawan Banjir dengan Inovasi, Pemuda Desa Mojohagung Sulap Bantaran Sungai Jadi Koridor Alpukat

Kamis, 23 April 2026 - 20:54 WIB

DPD RI: Temuan BPK Harus Jadi Perbaikan Nyata, Bukan Sekadar Catatan

Berita Terbaru