Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melaporkan progres pembangunan sumur bor air baku di wilayah terdampak bencana Sumatera. Hingga 15 Januari 2026, sebanyak delapan dari 66 titik sumur bor telah selesai dibangun dan dimanfaatkan oleh masyarakat.
Sementara itu, sebanyak 57 titik lainnya masih dalam proses pengeboran yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi dengan penanganan infrastruktur pascabencana lainnya.
Sumur bor yang dibangun merupakan sumur bor air dalam dengan kedalaman rata-rata sekitar 100 meter. Air diambil dari akuifer terkekang dan semi-terkekang melalui metode teknis yang dilengkapi uji logging dan pumping test, dengan debit air lebih dari dua liter per detik.
Kementerian PU memastikan pembangunan terus dikebut agar akses air bersih bagi masyarakat terdampak dapat segera pulih secara menyeluruh.






