Kader dan Simpatisan PDI-P Brebes Selatan Nyatakan Mundur, Kembalikan Atribut Partai

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Gelombang kekecewaan terhadap hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kabupaten Brebes yang digelar di Hotel Patra Semarang pada 27 Desember 2025 terus meluas. Kali ini, sejumlah kader dan simpatisan PDI Perjuangan di Kecamatan Paguyangan, Brebes Selatan, secara terbuka menyatakan mundur dari partai berlambang banteng moncong putih tersebut.

Pernyataan sikap itu disampaikan oleh Riyanto, kader PDI-P asal Desa Kretek, Kecamatan Paguyangan, saat berkumpul bersama simpatisan dan kader lainnya di Warkop Pierel, Paguyangan, Sabtu (17/1/2026).

Riyanto menilai proses dan hasil Konfercab PDI-P Brebes tidak berjalan secara aspiratif dan demokratis, sehingga tidak mencerminkan semangat perjuangan partai yang selama ini mengusung kepentingan wong cilik.

“Kami kecewa dengan hasil konfercab yang tidak demokratis. Ini bukan hanya soal saya, tetapi tentang wong cilik yang selama ini berjuang dan membesarkan PDI Perjuangan,” kata Riyanto.

Mantan anggota DPRD Brebes periode 1999–2004 itu menegaskan bahwa kader akar rumput memiliki peran besar dalam membangun dan menjaga eksistensi partai. Namun dalam Konfercab, aspirasi mereka justru dinilai terabaikan.

“Kami merasa suara kami tidak didengar. Seolah-olah keputusan sudah ditentukan sebelum konfercab berlangsung,” ujarnya.

Ia juga menyoroti minimnya transparansi serta kurangnya pelibatan kader dalam proses pengambilan keputusan. Kondisi tersebut, menurut Riyanto, berpotensi menggerus kepercayaan dan loyalitas kader di tingkat bawah, bahkan berdampak pada perolehan suara PDI-P pada Pemilu 2029 mendatang.

Langkah Riyanto diikuti oleh sejumlah kader lainnya di Kecamatan Paguyangan yang mengaku memiliki kekecewaan serupa. Mereka menyatakan siap melanjutkan perjuangan politik di luar PDI Perjuangan.

“Saya sudah lama di PDI-P, tetapi saya tidak bisa menerima hasil seperti ini,” ujar salah seorang kader yang enggan disebutkan namanya.

Sebagai bentuk protes, para kader dan simpatisan tersebut juga mengembalikan atribut partai, termasuk kaus bergambar banteng moncong putih. Mereka menilai atribut tersebut tidak lagi merepresentasikan nilai perjuangan dan aspirasi wong cilik.

“Kami tidak ingin lagi menggunakan atribut ini karena sudah tidak sesuai dengan marwah partai,” kata seorang simpatisan.

Hingga berita ini diturunkan, pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Brebes belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan mundur kader dan simpatisan di Kecamatan Paguyangan tersebut.

(Rusmono)

Berita Terkait

Jakarta Pertamina Enduro Menang Telak 3-0 atas Popsivo Polwan di Proliga 2026
Pertamina Perkuat Kampanye Keberlanjutan Lewat Gerakan Sebar Energi Baik
Koordinasi Menteri PANRB dan BPIP untuk Menyelaraskan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila
BULD DPD RI Wanti-wanti Risiko Hukum Penggunaan Dana Desa untuk Koperasi
Pertamina UMK Academy Salurkan Hibah Rp900 Juta untuk 100 UMK Binaan
Beasiswa Patriot Kementerian Transmigrasi Siap Bentuk Generasi Pemimpin untuk Kawasan Transmigrasi
Pemerintah Selaraskan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila dengan Arah Kebijakan Nasional
Masa Tinggal Haji Dinilai Terlalu Lama, DPD RI Sebut Bebani Anggaran dan Jemaah Lansia
Berita ini 99 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:37 WIB

Jakarta Pertamina Enduro Menang Telak 3-0 atas Popsivo Polwan di Proliga 2026

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:31 WIB

Pertamina Perkuat Kampanye Keberlanjutan Lewat Gerakan Sebar Energi Baik

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:06 WIB

Koordinasi Menteri PANRB dan BPIP untuk Menyelaraskan RUU Pembinaan Ideologi Pancasila

Rabu, 21 Januari 2026 - 15:00 WIB

BULD DPD RI Wanti-wanti Risiko Hukum Penggunaan Dana Desa untuk Koperasi

Rabu, 21 Januari 2026 - 12:16 WIB

Pertamina UMK Academy Salurkan Hibah Rp900 Juta untuk 100 UMK Binaan

Berita Terbaru