Jakarta – Kementerian Transmigrasi meluncurkan Program Transmigrasi Patriot 2026 dengan tujuan mencetak sumber daya manusia (SDM) sangat unggul untuk memperkuat pembangunan kawasan transmigrasi di Indonesia.
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman Suryanagara mengatakan program ini menghadirkan dua fokus utama: Beasiswa Patriot dan Ekspedisi Patriot. Program Beasiswa Patriot menyediakan 1.000 beasiswa untuk sarjana terbaik dari 10 perguruan tinggi negeri unggulan, termasuk UI, ITB, UGM, IPB, UNPAD, UNDIP, ITS, Unair, Unhas, dan UB.
“Bukan lagi SDM unggul, tetapi SDM yang sangat unggul,” tegas Menteri Iftitah. Beasiswa ini juga membuka peluang kolaborasi dengan universitas luar negeri seperti Universitas Teknik München (Jerman), NTHU (Tiongkok), dan Stanford (AS).
Ekspedisi Patriot, di sisi lain, menurunkan 1.000 akademisi ke 154 kawasan transmigrasi untuk pengabdian masyarakat, pengembangan potensi ekonomi, dan investasi lokal. Kawasan prioritas antara lain Rempang dan Galang (Batam), Kaluku (Mamuju), dan Salor (Merauke).
Program ini diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi kawasan sekaligus memberikan manfaat langsung kepada masyarakat lokal.






