Banjarnegara, beritafakta.id- Anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara Martoyo, dari Komisi I Fraksi Gerindra, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar tidak lagi memandang cuaca ekstrem sebagai peristiwa alam semata. Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi justru merupakan cerminan dari kerusakan lingkungan yang dibiarkan bertahun-tahun.
Martoyo menegaskan, banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah bukan datang tiba-tiba, melainkan akumulasi dari pola hidup masyarakat yang abai terhadap alam.
“Hujan itu rahmat, tapi berubah jadi bencana karena sungai dipersempit sampah, hutan digunduli, dan lingkungan diperlakukan seperti tempat pembuangan,” tegas Martoyo, Senin (9/2/ 2026).
Ia secara khusus menyoroti maraknya sampah plastik yang dibuang sembarangan ke sungai, selokan, hingga lereng perbukitan. Sampah plastik, kata dia, bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menyumbat aliran air dan mempercepat bencana saat hujan deras turun.
“Plastik itu tidak hancur dalam setahun dua tahun. Sekali dibuang ke sungai, dampaknya bisa puluhan tahun dan korbannya masyarakat sendiri,” ujarnya.
Martoyo juga mengingatkan pentingnya pelestarian hutan dan daerah resapan air. Menurutnya, eksploitasi tanpa kontrol serta pembiaran alih fungsi lahan hanya akan memperparah risiko longsor dan krisis air bersih di masa depan.
Ia meminta masyarakat tidak hanya menunggu pemerintah, tetapi mulai dari tindakan kecil: tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan ikut mengawasi kerusakan alam di sekitar tempat tinggal masing-masing.
“Jangan selalu menyalahkan cuaca. Kalau alam rusak karena kita, maka kita juga yang akan menanggung akibatnya,” pungkas Martoyo.
Dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut, Martoyo berharap peringatan ini tidak hanya menjadi wacana, melainkan cambuk kesadaran kolektif agar Banjarnegara tidak terus-menerus menjadi korban dari kelalaian manusia sendiri. (Bas).
Penulis : Baskoro






