BEKASI, beritafakta.id— Warga yang tinggal di bantaran Kali Bekasi diimbau memahami status kesiagaan banjir agar tidak panik Info masuk sirine alarm banjir berbunyi di Bendungan Bekasi 11/2/2026 18:00 WIB dan dapat melakukan evakuasi mandiri sebelum air meluap ke permukiman.
Komunitas Peduli Sungai Cileungsi dan Cikeas (KP2C) memiliki pakem tersendiri dalam menetapkan status kesiagaan yang sederhana dan mudah dipahami masyarakat. Pola ini bahkan disebut hampir serupa dengan sistem yang digunakan BPBD Kota Bekasi.
Ketua KP2C, Puarman, mengatakan sistem peringatan dini berbasis masyarakat tersebut telah diakui efektif oleh BNPB.
“Kami menggunakan bahasa yang sederhana, siaga 3, 2, dan 1,” ujar Puarman.
Kali Bekasi merupakan hilir dari dua sungai besar di wilayah Bogor, yakni Sungai Cileungsi dan Sungai Cikeas. Untuk memantau kondisi hulu, KP2C memasang CCTV di sejumlah titik serta menyiagakan petugas yang melakukan pemantauan langsung.
Puarman menjelaskan, status normal di titik pertemuan Cileungsi-Cikeas (P2C) Jatiasih ditetapkan saat Tinggi Muka Air (TMA) berada di bawah 350 sentimeter (cm).
Adapun status Siaga 3 berlaku saat TMA berada di angka 351–450 cm. Pada level ini, posisi air masih sekitar satu meter di bawah rata-rata permukaan jalan.
“Siaga 2 sudah masuk, tapi masih rata-rata got,” katanya.
Status Siaga 2 ditetapkan pada TMA 451–550 cm. Pada ketinggian ini, air mulai masuk ke sejumlah titik permukiman rendah di bantaran Kali Bekasi, seperti Gang Mawar Bekasi Timur dan Kampung Lebak, Teluk Pucung. Kondisi tersebut terjadi pada banjir pekan lalu, ketika TMA mencapai 500 cm.
Sementara itu, Siaga 1 ditetapkan saat TMA di atas 550 cm. Pada level ini, air dipastikan masuk ke rumah warga.
Sebagai perbandingan, pada banjir besar Maret 2025 lalu, TMA di P2C sempat mencapai 875 cm dengan status awas.
Puarman menuturkan, sebelum air tiba di P2C Kali Bekasi, pihaknya sudah dapat memprediksi potensi banjir berdasarkan pantauan di hulu.
Perjalanan air dari Hulu Cileungsi menuju Kali Bekasi memerlukan waktu sekitar enam jam, sedangkan dari Cikeas sekitar empat jam.
“Sebelum banjir, warga punya waktu sekitar enam jam untuk evakuasi mandiri,” jelasnya.
Ia menambahkan, kontribusi volume air terbesar ke Kali Bekasi berasal dari DAS Cileungsi yang memiliki luasan sekitar 26.500 hektare, dibandingkan DAS Cikeas seluas 11.300 hektare.
Untuk wilayah Hulu Cileungsi, KP2C juga menetapkan level siaga tersendiri, yakni Siaga 4 pada TMA 101–150 cm, Siaga 3 pada 151–200 cm, Siaga 2 pada 201–300 cm, dan Siaga 1 saat TMA di atas 300 cm. Pada banjir Maret 2025, TMA di Hulu Cileungsi tercatat mencapai 600 cm.
KP2C berharap, dengan pemahaman status siaga yang jelas dan terukur, masyarakat dapat lebih siap menghadapi potensi banjir tanpa kepanikan berlebihan. (Haris Pranatha)
Penulis : Rusmono
Editor : Azizah Estetika






