BREBES, Beritafakta.id – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Brebes menargetkan pengumpulan zakat sebesar Rp14 miliar guna mempercepat pengentasan kemiskinan ekstrem melalui sistem payroll ASN dan perluasan jangkauan ke sektor industri.
Langkah besar diambil Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Brebes untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat.
Berbekal Instruksi Bupati Brebes Nomor 100.3.4/595/V/2026, lembaga ini tancap gas mengoptimalkan pengumpulan Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS).
Fokus utamanya jelas, menutup celah potensi zakat yang selama ini belum tergarap maksimal.
Ketua Baznas Kabupaten Brebes, Mahali, mengungkapkan bahwa sepanjang tahun 2025, dana yang dikelola baru menyentuh angka Rp9,6 miliar.
“Padahal, hitungan potensinya jauh di atas itu. Masih ada selisih sekitar Rp7 miliar yang harus dikejar untuk mencapai target besar tahun ini,” kata Mahali di kantornya, Jumat (19/6/2026).
Strateginya pun tak main-main, mulai dari pendekatan persuasif ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) hingga menyentuh korporasi.
Menurutnya, salah satu terobosan yang disiapkan adalah sistem potong gaji langsung bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bersedia.
Namun, Mahali menekankan aspek sukarela dalam mekanisme ini.
ASN akan diminta menandatangani surat pernyataan di atas meterai.
“Bagi mereka yang gajinya sudah terpotong pinjaman hingga mencapai batas minimal, Baznas memilih untuk memberikan pengecualian guna menjaga keadilan,” ujarnya.
Persoalan mendasar yang dihadapi saat ini adalah masih banyaknya ASN yang memilih menyalurkan zakat secara mandiri.
Padahal, menurut Mahali, dampak zakat yang dikelola secara kolektif jauh lebih masif bagi pembangunan daerah.
“Jika zakat hanya diberikan secara personal, biasanya hanya habis untuk bantuan pangan jangka pendek,” katanya.
Namun, di tangan Baznas, dana tersebut bisa dikonversi menjadi perbaikan hunian warga terdampak bencana atau modal usaha bagi UMKM.
Tak hanya berhenti di lingkungan birokrasi, Baznas juga melirik potensi besar di kawasan industri Brebes.
Sosialisasi akan segera digencarkan ke pabrik-pabrik agar para karyawan mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menyalurkan zakat lewat lembaga resmi.
“Dengan dana yang lebih kuat, bantuan untuk biaya pengobatan warga miskin hingga program peningkatan ekonomi keluarga diharapkan bisa disalurkan dengan nominal yang jauh lebih layak,” pungkasnya.
(Rusmono)






