Bukan Cuma Evakuasi, BPBD Banjarnegara Latih TRC Kecamatan Cepat Hitung Kebutuhan Pascabencana

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANJARNEGARA – Kesiapsiagaan menghadapi bencana alam tidak boleh berhenti saat evakuasi atau masa tanggap darurat selesai.

Tantangan yang tak kalah berat justru muncul setelah badai berlalu, yaitu bagaimana memulihkan kehidupan masyarakat dan membangun kembali infrastruktur yang rusak secara cepat dan tepat.

Sadar akan hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Banjarnegara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menggelar Pelatihan Pengkajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna).

Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Sasana Abdi Praja Lantai 3 Setda Banjarnegara selama 3 hari mulai tanggal 22 hingga 24 Juni.

Pelatihan ini diikuti oleh 40 personel Tim Reaksi Cepat (TRC) dari seluruh kecamatan se-Kabupaten Banjarnegara, di mana masing-masing kecamatan mengirimkan 2 orang perwakilan sebagai garda terdepan di wilayahnya.

Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara Aji Piluroso, menegaskan bahwa Jitupasna adalah fondasi utama dalam pemulihan pascabencana.

“Jitupasna merupakan salah satu tahapan strategis. Melalui pengkajian yang tepat, kita dapat mengetahui secara riil apa saja yang dibutuhkan oleh warga terdampak untuk bangkit,” jelasnya pada pembukaan acara Selasa (23/6/ 2026)

Sebagai daerah dengan topografi perbukitan dan curah hujan tinggi, sebagian besar wilayah Banjarnegara rawan terhadap tanah longsor, pergerakan tanah, hingga banjir. Oleh karena itu, kemampuan mengukur tingkat kerusakan fisik dan kerugian ekonomi secara cepat sangatlah krusial.

Data yang valid dari Jitupasna ini nantinya akan menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Dokumen inilah yang menjadi kompas agar pemulihan berjalan terarah dan berkelanjutan. Selain itu, data yang akurat merupakan syarat mutlak untuk mengajukan bantuan anggaran pemulihan berskala besar ke Pemerintah Pusat.

Dalam pelatihan ini, BPBD Banjarnegara menggandeng narasumber ahli, Dr. Zela Septikasari, M.Sc., M.Pd. dari CV. Lentera Energy. Para peserta dibekali materi yang padat dan praktis, mulai dari pengantar fase-fase kebencanaan, perubahan metode penilaian dari DaLA menjadi Jitupasna, hingga cara menghitung risiko di lapangan.

Tidak sekadar mendengarkan teori, 40 peserta TRC langsung dibagi ke dalam empat kelompok studi kasus berdasarkan karakteristik bencana lokal di Banjarnegara, yakni kelompok banjir, banjir bandang, erupsi, dan kekeringan.

Masing-masing kelompok ditantang untuk menyusun tabel penilaian Jitupasna dan memaparkannya secara langsung. Di akhir sesi hari pertama, peserta juga dibekali instrumen Asesmen Awal Rehabilitasi dan Rekonstruksi (A2R2).

Setelah merampungkan teori dan simulasi di aula, seluruh peserta dan tim pendamping langsung melanjutkan kegiatan pada Rabu (24/6/2026) untuk melakukan studi lapang dan praktik langsung di wilayah Kecamatan Pandanarum.

Melalui pelatihan ini, TRC Kecamatan diharapkan tidak hanya lincah saat mengevakuasi, tetapi juga cerdas dan mandiri dalam menganalisis kebutuhan warga pascabencana tanpa harus menunggu instruksi yang berbelit-belit. Sebab dalam urusan kemanusiaan, kecepatan dan ketepatan data adalah kunci utama untuk membangun Banjarnegara yang lebih tangguh. (ahr)

Berita Terkait

16 Siswa SDN Gulbung IV Gagal Terima PIP, Dana Bantuan Hangus, Kepala Sekolah Disorot
Polisi Ringkus Pembunuh Wanita yang Jasadnya Dibuang di Semak-semak Jalan Lingkar Weleri
Polres Brebes Gelar Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di Laut dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80
Nilah, Calon Ibu dari Kubangjati Kini Lebih Siap Menjalani Kehamilan Berkat Program CSR
Ini Dia Pengakuan Taufik Hidayat: Mabuk dan Cekcok Jadi Pemicu Penyekapan serta Penganiayaan Kekasih
Pencairan Uang Tabungan Molor, Puluhan Wali Murid Geruduk SDN 2 Brebes
Semarak kegiatan warga di Kelurahan Kunciran Jaya Pinang, Lurah Markasan, SH : “Mari bersama kita jaga diri dan lingkungan”
Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Ungkap Peredaran Obat Keras Daftar G Ilegal, 14 Pengedar Diamankan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:15 WIB

Bukan Cuma Evakuasi, BPBD Banjarnegara Latih TRC Kecamatan Cepat Hitung Kebutuhan Pascabencana

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:34 WIB

16 Siswa SDN Gulbung IV Gagal Terima PIP, Dana Bantuan Hangus, Kepala Sekolah Disorot

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:32 WIB

Polisi Ringkus Pembunuh Wanita yang Jasadnya Dibuang di Semak-semak Jalan Lingkar Weleri

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:30 WIB

Polres Brebes Gelar Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di Laut dalam Rangka Hari Bhayangkara ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:28 WIB

Nilah, Calon Ibu dari Kubangjati Kini Lebih Siap Menjalani Kehamilan Berkat Program CSR

Berita Terbaru