Diskusi Proyek Strategis Nasional (PSN) Swasembada Pangan dan Transmigrasi

Kamis, 14 November 2024 - 14:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASAR, beritafakta.id -Kolaborasi Front Mahasiswa Timur Indonesia (FMTI) dan Literasi Anak Maluku (LAM) kembali mengadakan Diskusi  Publik menyikapi ramainya rencana Proyek Strategic Nasional ( PSN ) diantaranya Swasembada Pangan, begitu juga program Transmigrasi di Papua dengan berbagai  tanggapan maupun penolakan dari sebagian warga dan tokoh di daerah.

Negara Indonesia adalah negara besar  dan memiliki jumlah penduduk terbanyak urutan ke 4  di dunia  kurang lebih 280an juta lebih dan negara yang terkenal  dengan tanahnya yang subur dan negara mempunyai kewajiban untuk menjamin kesejahteraan umum dan kelangsungan hidup warga negaranya, langkah pemerintah untuk melakukan program pemerataan penduduk baik lewat transmigrasi nasional maupun transmigrasi lokal guna meningkatkan kualitas hidup dengan berbagai pertimbangannya, disamping swasembada pangan untuk ketahanan pangan Nasional juga sangat penting dengan tidak hanya mengandalkan bahan import terutama beras tutur Rachma Shofa dari kampus UMI selaku Pemantik pada pembukaan acara diskusi.

Perwakilan dari berbagai Orda kemahasiswaan turut serta, dengan menghadirkan perwakilannya al; HMI, FLOBAMORA, HMMBD, HIPMIN, KPM, PMKKA, Aspuri Maluku, HIPMI MAL RAYA, IPMM dan perwakilan Ormas  GBNN Sulawesi Selatan.

Penyampaian oleh Andi Isyad Kasubdit Penyuluhan Dinas Tranmigrasi Prov. Sulsel Transmigrasi sebagai dpeake pertama, dimulai sejak tahun 1968 di berbagai wilayah  Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.
Program Transmigrasi bisa memajukan ekonomi,  dan mengenal budaya yang ada di Indonesia, memang adanya penolakan pro dan Kontra terhadap program transmigrasi kerena di lihat dari sudut pandang masing – masing individu.
Transmigrasi di Papua adalah program revitalisasi kawasan transmigrasi yang sudah ada dengan memamfaatkan masyarakat sekitar dan kawasan daerah transmigrasi.

Speaker ke 2 Teobaldus Hemma Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi  mantan ketua PMKRI Makassar
Program transmigrasi di Papua terlalu di paksakan kerena negara memandang dari sudut ekonomi dan kepentingan politik tanpa memperhatikan masyarakat sekitar daerah yang dijadikan kawasan PSN.
Dari sosiologi dampak negatif adanya transmigrasi dimana Papua adalah menjunjung tinggi adat kedepannya berdampak terhadap konflik adat kerena adan pemindahan penduduk yang berbeda adatnya.
Berharap kepada rekan – rekan mahasiswa Papua harus membuat kajian dampak dijadikan daerah Papua di jadikan daerah PSN.

Dilanjutkan Speaker Ke 3 Damianus Mudra Werre selaku Ketua FMTI asal Merauke, dengan mengusung Tema ini cukup menarik dan hangat dengan perkembangan sekarang ini terutama di wilyah Papua.
Masih perlu adanya edukasi dan pelibatan masyarakat khususnya dari OAP agar tidak terjadi ketimpangan
Pemerintah terus mengenjot pembangunan Papua dari segi pembagunan Foodestate dalam rangka ketahanan pangan nasioanal diharapkan  dapat  memberi faedah positif secara berkelanjutan dan benar – benar menyentuh masyarakat akar rumput dari OAP dengan tidak menimbulkan gesekan dan benturan terhadap adat dan budaya setempat

Tampil selaku Speaker terakhir Juliana Novly Ratuanik, Mahasiswa UNHAS dari Literaai Anak Maluku (LAM) selaku Speaker terakhir, sebenarnya bukan Papua saja yang pembangunan dan proyek – proyek datang tanpa melibatkan masyarakat pribumi di wilayah Maluku banyak Investor datang awalnya terjadi penolakan dan hal itu menjadi konflik memang butuh waktu untuk sosialisasi terhadap masyarakat. Kita harus memandang dari segi positif terhadap program pemerintah, tujuan pembagunan PSN untuk pemerataan pembangunan nasioanal.

Kami memberi apresiasi  baik kepada para peserta yang penuh antusias dan ketiga Speaker dalam Diskusi ini, sehingga berjalan baik dan menarik dengan berbagai pendapat dan sudut pandang yang logis dan bernilai menjadi penting bagi kita  dalam memandang Program Strategis Nasional (PSN) Swasembada Pangan dan program Transmigrasi secara arif dan bijak dengan tidak menyampingkan hak – hak masyarakat lokal / adat setempat, “tutup Johanis Rutuameti selaku Panitia acara.

Berita Terkait

Bupati Banjarnegara Tekankan Pola Asuh dan Gizi dalam Penanganan Stunting
Martoyo Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem : “Keber sihan Lingkungan jadi Kunci Pencegahan.
Dugaan Korupsi Listrik Pasar Panyabungan Dilaporkan ke Kejagung, GAMPMI Sertakan BAP dan LHP
Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi KUR dan Serapan Bulog bagi Petani Jagung
Two-State Solution Harga Mati, LaNyalla Tegaskan Sikap Indonesia Tak Bergeser
Dukung Asta Cita Swasembada Energi, Pertamina Satukan Bisnis Hilir per Februari 2026
Program Trans Tuntas Wujudkan Kepastian Hukum, 13 Ribu Transmigran Terima SHM di 2025
Jasa Marga Dorong UMKM Binaan Tembus Pasar Global Lewat Inacraft 2026
Berita ini 7 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 23:30 WIB

Bupati Banjarnegara Tekankan Pola Asuh dan Gizi dalam Penanganan Stunting

Senin, 9 Februari 2026 - 23:26 WIB

Martoyo Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem : “Keber sihan Lingkungan jadi Kunci Pencegahan.

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:39 WIB

Dugaan Korupsi Listrik Pasar Panyabungan Dilaporkan ke Kejagung, GAMPMI Sertakan BAP dan LHP

Minggu, 8 Februari 2026 - 10:39 WIB

Putus Rantai Tengkulak, Polri Fasilitasi KUR dan Serapan Bulog bagi Petani Jagung

Kamis, 5 Februari 2026 - 15:47 WIB

Two-State Solution Harga Mati, LaNyalla Tegaskan Sikap Indonesia Tak Bergeser

Berita Terbaru