JAKARTA — PT Pertamina (Persero) menyatukan bisnis hilir ke dalam Subholding Downstream yang berlaku efektif per 1 Februari 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung Asta Cita swasembada energi dan memperkokoh ketahanan energi nasional.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menyampaikan bahwa integrasi bisnis hilir bukan sekadar perubahan struktur organisasi, melainkan penguatan fondasi jangka panjang Pertamina sebagai soko guru penyediaan energi nasional.
“Dengan proses bisnis yang lebih efisien dan terintegrasi, Pertamina memastikan pelayanan energi kepada masyarakat semakin optimal dan tangguh menghadapi tantangan global,” ujar Baron.
Melalui Subholding Downstream, Pertamina menargetkan transformasi layanan energi yang berdampak langsung bagi masyarakat, sekaligus memperkuat kontribusi perusahaan terhadap pembangunan berkelanjutan.
Sebagai pemimpin transisi energi, Pertamina terus berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnisnya.






