Martoyo Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem : “Keber sihan Lingkungan jadi Kunci Pencegahan.

Senin, 9 Februari 2026 - 23:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Martoyo, Sos Salah satu Anggota Komisi l DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi Gerindra. (Dok: Baskoro/beritafakta).

Martoyo, Sos Salah satu Anggota Komisi l DPRD Kabupaten Banjarnegara dari Fraksi Gerindra. (Dok: Baskoro/beritafakta).

Banjarnegara, beritafakta.id- Anggota DPRD Kabupaten Banjarnegara Martoyo, dari Komisi I Fraksi Gerindra, mengingatkan seluruh lapisan masyarakat agar tidak lagi memandang cuaca ekstrem sebagai peristiwa alam semata. Menurutnya, bencana hidrometeorologi yang kian sering terjadi justru merupakan cerminan dari kerusakan lingkungan yang dibiarkan bertahun-tahun.

Martoyo menegaskan, banjir, tanah longsor, dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah bukan datang tiba-tiba, melainkan akumulasi dari pola hidup masyarakat yang abai terhadap alam.

“Hujan itu rahmat, tapi berubah jadi bencana karena sungai dipersempit sampah, hutan digunduli, dan lingkungan diperlakukan seperti tempat pembuangan,” tegas Martoyo, Senin (9/2/ 2026).

Ia secara khusus menyoroti maraknya sampah plastik yang dibuang sembarangan ke sungai, selokan, hingga lereng perbukitan. Sampah plastik, kata dia, bukan hanya mencemari lingkungan, tetapi juga menyumbat aliran air dan mempercepat bencana saat hujan deras turun.

“Plastik itu tidak hancur dalam setahun dua tahun. Sekali dibuang ke sungai, dampaknya bisa puluhan tahun dan korbannya masyarakat sendiri,” ujarnya.

Martoyo juga mengingatkan pentingnya pelestarian hutan dan daerah resapan air. Menurutnya, eksploitasi tanpa kontrol serta pembiaran alih fungsi lahan hanya akan memperparah risiko longsor dan krisis air bersih di masa depan.
Ia meminta masyarakat tidak hanya menunggu pemerintah, tetapi mulai dari tindakan kecil: tidak membuang sampah sembarangan, menjaga kebersihan lingkungan, dan ikut mengawasi kerusakan alam di sekitar tempat tinggal masing-masing.

“Jangan selalu menyalahkan cuaca. Kalau alam rusak karena kita, maka kita juga yang akan menanggung akibatnya,” pungkas Martoyo.

Dengan cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlanjut, Martoyo berharap peringatan ini tidak hanya menjadi wacana, melainkan cambuk kesadaran kolektif agar Banjarnegara tidak terus-menerus menjadi korban dari kelalaian manusia sendiri. (Bas).

Penulis : Baskoro

Berita Terkait

Hari Pers Nasional 2026, Pers Banjarnegara Didorong Tetap Independen di Tengah Gempuran Media Sosial
Bupati Banjarnegara Tekankan Pola Asuh dan Gizi dalam Penanganan Stunting
Empat Pejabat Struktural Kejari Madina Resmi Berganti, Plt Kajari Harap Kinerja Makin Solid
Bupati Brebes Turun Langsung, Program Wardoyo dan Nakes Door to Door Sentuh Warga Jatibarang–Songgom
Sambut Masa Purna Tugas, 127 ASN Brebes Ikuti Pembekalan Kesiapan Mental dan Finansial
Kakanwil Ditjenpas Kepri Kunjungi Rutan Batam, Pastikan Layanan dan Pembinaan Sesuai Standar
Yonif 407/Padma Kusuma Bersama Warga Harjosari Lor Gelar Kerja Bakti di Lapangan Manunggal
Fajar Adi Widiarso Nahkodai Dinbudpar Brebes, Fokus Digitalisasi untuk Dongkrak Pariwisata Daerah
Berita ini 16 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 23:35 WIB

Hari Pers Nasional 2026, Pers Banjarnegara Didorong Tetap Independen di Tengah Gempuran Media Sosial

Senin, 9 Februari 2026 - 23:30 WIB

Bupati Banjarnegara Tekankan Pola Asuh dan Gizi dalam Penanganan Stunting

Senin, 9 Februari 2026 - 23:30 WIB

Empat Pejabat Struktural Kejari Madina Resmi Berganti, Plt Kajari Harap Kinerja Makin Solid

Senin, 9 Februari 2026 - 23:26 WIB

Martoyo Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem : “Keber sihan Lingkungan jadi Kunci Pencegahan.

Senin, 9 Februari 2026 - 23:18 WIB

Bupati Brebes Turun Langsung, Program Wardoyo dan Nakes Door to Door Sentuh Warga Jatibarang–Songgom

Berita Terbaru