Ratusan Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Desa Sridadi Sirampog Brebes

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES – Bencana tanah bergerak melanda Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, menyebabkan ratusan rumah warga mengalami kerusakan dan memaksa ratusan jiwa mengungsi.

Peristiwa ini pertama kali dilaporkan terjadi pada 29 Januari 2026. Namun, pergerakan tanah semakin masif setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah Brebes selatan, terutama pada Minggu (8/2/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, tercatat sebanyak 124 rumah rusak, yang sebagian besar merupakan bangunan semi permanen. Total warga terdampak mencapai 413 jiwa dari 148 kepala keluarga (KK).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Brebes, Wibowo, menjelaskan bahwa pergerakan tanah terjadi di wilayah RT 03 dan RT 04 RW 03 Dukuh Bojongsari dengan arah longsoran ke barat daya dan kemiringan mencapai sekitar 45 derajat.

“Pergerakan tanah semakin bertambah parah dan mengarah ke aliran Sungai Kali Keruh. Kondisi ini diperparah oleh curah hujan tinggi yang terjadi hampir setiap hari,” ujar Wibowo, Selasa (10/2/2026).

Selain merusak permukiman warga, bencana ini juga menyebabkan jalan desa amblas sepanjang kurang lebih 700 meter. Sejumlah fasilitas umum turut terdampak, di antaranya dua tempat ibadah, satu PAUD, serta bangunan Taman Pendidikan Alquran (TPQ).

Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD bersama pemerintah desa melakukan pembongkaran terhadap rumah-rumah yang dinilai membahayakan keselamatan warga dan memindahkan material ke lokasi yang lebih aman.

Sementara itu, Kepala Desa Sridadi, Sudiryo, mengatakan sebagian besar warga Dukuh Bojongsari telah mengungsi ke tenda darurat yang disiapkan pemerintah desa dan BPBD.

“Lebih dari seratus warga saat ini sudah mengungsi karena kondisi tanah semakin tidak stabil,” ungkap Sudiryo.

Ia menambahkan, bantuan logistik dan kebutuhan pangan bagi para pengungsi telah disalurkan oleh Dinas Sosial Kabupaten Brebes.

“Bantuan konsumsi dari Dinsos sudah kami terima untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi,” katanya.

Pemerintah Desa Sridadi telah melaporkan kejadian tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Brebes sejak awal bencana terjadi, dan berharap adanya langkah cepat serta solusi jangka panjang agar warga terdampak memperoleh tempat tinggal yang aman dan layak.

Red : Jateng

Berita Terkait

Kepala Desa Simaninggir Bantah Klaim SPPG, Soroti Bahan Baku hingga Pengelolaan Limbah
Momentum HPN 2026, Camat Ciputat H. Mamat Ajak Pers Perkuat Kolaborasi dan Sinergi
Satlantas Polres Brebes Gelar Police Go To School di SMA N 1 Brebes, Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Lalu Lintas
Hari Pers Nasional 2026, Pers Banjarnegara Didorong Tetap Independen di Tengah Gempuran Media Sosial
Bupati Banjarnegara Tekankan Pola Asuh dan Gizi dalam Penanganan Stunting
Empat Pejabat Struktural Kejari Madina Resmi Berganti, Plt Kajari Harap Kinerja Makin Solid
Martoyo Ingatkan Bahaya Cuaca Ekstrem : “Keber sihan Lingkungan jadi Kunci Pencegahan.
Bupati Brebes Turun Langsung, Program Wardoyo dan Nakes Door to Door Sentuh Warga Jatibarang–Songgom
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:57 WIB

Kepala Desa Simaninggir Bantah Klaim SPPG, Soroti Bahan Baku hingga Pengelolaan Limbah

Selasa, 10 Februari 2026 - 11:55 WIB

Ratusan Rumah Rusak Akibat Tanah Bergerak di Desa Sridadi Sirampog Brebes

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:07 WIB

Momentum HPN 2026, Camat Ciputat H. Mamat Ajak Pers Perkuat Kolaborasi dan Sinergi

Selasa, 10 Februari 2026 - 10:03 WIB

Satlantas Polres Brebes Gelar Police Go To School di SMA N 1 Brebes, Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Lalu Lintas

Senin, 9 Februari 2026 - 23:35 WIB

Hari Pers Nasional 2026, Pers Banjarnegara Didorong Tetap Independen di Tengah Gempuran Media Sosial

Berita Terbaru