BANJARNEGARA, BeritaFakta.id – Pemerintah Kabupaten Banjarnegara menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) beserta keluarganya. Komitmen tersebut disampaikan dalam tasyakuran Hari Veteran Nasional (Harvetnas) 2026 yang digelar Markas Cabang LVRI Kabupaten Banjarnegara di Pendapa Dipayudha Adigraha, Senin (10/8/2026).
Mengusung tema nasional “Veteran Menjaga Nilai Juang, Menginspirasi Indonesia Maju”, kegiatan tersebut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik, Drs. Sila Satriana, M.Si., mewakili Bupati Banjarnegara, unsur Forkopimda, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan, serta para pelajar SMA dan SMK.
Dalam kesempatan itu, Pemkab Banjarnegara menyatakan siap memfasilitasi berbagai kebutuhan veteran, mulai dari dukungan sarana organisasi hingga fasilitas pemakaman di Taman Makam Pahlawan (TMP) Sureng Yudha.
Sila Satriana menegaskan bahwa penghormatan kepada veteran tidak cukup diwujudkan melalui kegiatan seremonial semata, melainkan harus dibarengi perhatian dan dukungan nyata terhadap kesejahteraan mereka.
Ia meminta OPD terkait untuk menindaklanjuti berbagai kebutuhan yang disampaikan LVRI, termasuk pembiayaan pemakaman veteran di TMP Sureng Yudha serta penyediaan kendaraan jenazah atau ambulans.
“Jika kita sebagai generasi muda tidak peduli, tidak ngopeni, dan tidak merasa bahwa kita adalah bagian dari perjuangan mereka, maka kita bisa dikatakan sebagai orang yang zalim,” tegas Sila.
Selain itu, Pemkab Banjarnegara juga menyiapkan program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) senilai Rp20 juta bagi anggota LVRI maupun keluarganya yang memenuhi kriteria dan membutuhkan bantuan.
Menurut Sila, perhatian terhadap veteran juga harus diwujudkan melalui upaya pelestarian sejarah perjuangan bangsa. Karena itu, ia mendorong instansi terkait untuk mendokumentasikan pengalaman dan kesaksian para veteran yang masih hidup dalam bentuk visual maupun digital.
“Jangan sampai sejarah perjuangan yang dialami para veteran hilang karena tidak terdokumentasikan,” ujarnya.
LVRI Banjarnegara Miliki 178 Anggota
Ketua LVRI Kabupaten Banjarnegara, Ismail, menyampaikan bahwa saat ini LVRI Banjarnegara memiliki 178 anggota, terdiri atas 71 veteran dari berbagai penugasan seperti PKRI, Trikora, Dwikora, Seroja, hingga misi perdamaian, serta 107 warakawuri.
Menurut Ismail, Hari Veteran Nasional yang diperingati setiap 10 Agustus menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para veteran sekaligus menanamkan nilai-nilai perjuangan kepada generasi penerus bangsa.
Tanggal tersebut berkaitan dengan Serangan Umum Surakarta atau Pertempuran Empat Hari di Surakarta pada 7–10 Agustus 1949, yang menjadi salah satu tonggak perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia sebelum tercapainya gencatan senjata.
“Usia boleh menua, tetapi semangat juang tidak pernah mengenal batas waktu. Veteran bukan hanya pelaku sejarah, melainkan penjaga nilai-nilai luhur perjuangan bangsa,” kata Ismail.
Pada kesempatan tersebut, LVRI Banjarnegara juga menyampaikan sejumlah aspirasi kepada pemerintah daerah, antara lain fasilitasi pembiayaan pemakaman veteran di TMP Sureng Yudha serta dukungan sarana dan prasarana penunjang kegiatan organisasi.
Sementara itu, Ketua Panitia Harvetnas 2026, Iman Ustaat, menjelaskan bahwa rangkaian peringatan tahun ini meliputi ziarah dan tabur bunga di TMP Sureng Yudha, tasyakuran, serta pemberian tali asih kepada anggota LVRI dan warakawuri.
Kegiatan tersebut didukung melalui hibah Pemerintah Kabupaten Banjarnegara yang disalurkan melalui Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA), serta swadaya anggota LVRI.
Sebagai bagian dari edukasi sejarah kepada generasi muda, acara tasyakuran juga diisi dengan pemutaran film dokumenter tentang Pertempuran Empat Hari di Surakarta. Melalui tayangan tersebut, para pelajar diharapkan dapat memahami latar belakang sejarah yang melandasi lahirnya Hari Veteran Nasional.
Peringatan Harvetnas 2026 di Banjarnegara menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antargenerasi, sekaligus memastikan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan semangat mempertahankan kemerdekaan tetap hidup dan diwariskan kepada generasi penerus bangsa.
(Bas)






