x

Bangkit dari Keterpurukan, Warga Huntara Situkung Mulai Menata Kehidupan Pascabencana

waktu baca 3 menit
Minggu, 23 Agu 2026 06:26 19 redaksi

BANJARNEGARA, BeritaFakta.id — Harapan untuk kembali menata kehidupan pascabencana mulai tumbuh di kawasan hunian sementara (huntara) korban tanah longsor Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Pembangunan masjid di kawasan tersebut resmi dimulai pada Sabtu (22/8/2026), menjadi bagian dari upaya memulihkan kehidupan sosial warga setelah kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

Pembangunan rumah ibadah itu bukan sekadar menghadirkan fasilitas untuk beribadah. Bagi warga, keberadaan masjid menjadi simbol bahwa kehidupan di tengah keterpurukan akibat bencana perlahan mulai dibangun kembali.

Selama menempati huntara, warga harus menempuh jarak cukup jauh untuk menuju masjid terdekat. Riswo, salah seorang warga, mengatakan jarak tersebut sekitar satu kilometer jika melewati jalur perkebunan dan mencapai dua kilometer melalui jalur umum.

Kondisi itu cukup menyulitkan, terutama ketika hujan turun. Warga lanjut usia juga menjadi kelompok yang paling merasakan kendala karena tidak semuanya mampu mengendarai sepeda motor.

“Pembangunan masjid ini sangat penting dan dinantikan warga. Nantinya, jarak ke masjid menjadi lebih dekat dan semakin mudah untuk melaksanakan ibadah, seperti salat berjamaah,” ujarnya.

Bukan Sekadar Bangunan, tetapi Ruang untuk Bangkit.
Bupati Banjarnegara, Amalia Desiana, mengatakan pembangunan masjid tersebut didukung bantuan Yudhoyono Foundation sebesar Rp1 miliar.

Awalnya, bantuan dari yayasan yang digagas Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu disiapkan untuk pembangunan unit huntara. Namun, setelah seluruh bangunan huntara disediakan secara gratis oleh Presiden Prabowo Subianto, alokasi bantuan tersebut kemudian dialihkan untuk membangun fasilitas umum yang dibutuhkan warga.

Atas persetujuan SBY, dana tersebut dimanfaatkan untuk membangun masjid di kawasan huntara Situkung.

“Atas restu Pak SBY, dana yang awalnya disiapkan untuk pembuatan huntara dialihkan untuk pembangunan sarana ibadah berupa masjid yang maksimal akan selesai dalam waktu enam bulan,” kata Amalia saat peletakan batu pertama pembangunan masjid.

Menurutnya, pembangunan fasilitas umum di kawasan huntara menjadi bagian penting dalam proses pemulihan masyarakat. Setelah melalui masa pengungsian dan kehilangan akibat bencana, warga tidak hanya membutuhkan tempat tinggal, tetapi juga lingkungan yang memungkinkan kehidupan sosial kembali berjalan.

Masjid nantinya diharapkan menjadi ruang ibadah sekaligus tempat berkumpul dan berinteraksi bagi masyarakat.

Kementerian Agama juga turut memberikan dukungan melalui penyediaan sarana Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) multifungsi yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan keagamaan maupun aktivitas warga lainnya.

Membangun Kembali Kehidupan Warga.
Amalia berharap keberadaan huntara beserta fasilitas pendukungnya dapat memberikan rasa aman dan nyaman kepada warga selama menunggu proses pembangunan hunian tetap.

Menurutnya, pemulihan pascabencana tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan tempat tinggal. Infrastruktur sosial, pendidikan keagamaan, hingga ruang interaksi masyarakat juga menjadi bagian penting agar warga dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

> “Seluruh niat baik dan upaya pemulihan pascabencana ini diharapkan dapat berjalan lancar hingga warga bisa menempati hunian tetap nantinya,” ujarnya.

Pembangunan masjid di tengah kawasan huntara Situkung pun menjadi penanda baru bagi warga. Dari kondisi kehilangan akibat tanah longsor, masyarakat kini perlahan mulai membangun kembali kehidupan, bukan hanya secara fisik, tetapi juga secara sosial.

Di tengah keterbatasan dan trauma bencana, pembangunan tersebut menjadi bagian dari harapan agar warga tidak terus berada dalam bayang-bayang keterpurukan. Huntara menjadi tempat bertahan, sementara pembangunan fasilitas publik menjadi langkah untuk kembali bangkit dan menata masa depan. (Bas)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x