x

Tujuh Ruang Kelas SMA N1 Bantarkawung Ludes Terbakar, Kerugian di Taksir Dua Miliar Lebih

waktu baca 2 menit
Minggu, 6 Sep 2026 10:49 141 redaksi

BREBES, Beritafakta.id — Musibah kebakaran melanda SMA Negeri 1 Bantarkawung, Kabupaten Brebes, pada Sabtu, 05 September 2026,sekira pukul 15.30 WIB. Api melahap tujuh ruang kelas, menimbulkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai lebih dari Rp2 miliar. Tidak ada korban jiwa, mengingat sekolah sedang libur dalam penerapan sistem lima hari belajar.

Kebakaran pertama kali diketahui oleh penjaga sekolah yang melintas di bagian belakang ruang kelas. Saat itu, ia melihat titik api sudah cukup besar di area belakang ruang kelas XI.

“Saat tiba di belakang kelas api sudah membesar karena kondisi kering dan angin kencang, api merembet ke bangunan kelas,” ungkap Feri, salah satu penjaga SMAN 1 Bantarkawung.

Upaya pemadaman awal oleh petugas sekolah tidak membuahkan hasil, karena api dengan cepat membesar dan menyebar ke bangunan sekitar.

Tim relawan Redcar Kecamatan Bantarkawung lebih dulu tiba di lokasi dan langsung membantu pemadaman. Sekitar 20 menit kemudian, Unit Damkar Kabupaten Brebes Pos Bumiayu tiba untuk memperkuat penanganan.

Proses pemadaman terkendala minimnya sumber air di sekitar lokasi. Sebagai langkah darurat, petugas memompa air dari Sungai Pemali yang berjarak sekitar 1 kilometer dari sekolah.

Upaya pemadaman juga dibantu unsur TNI, Polri, serta masyarakat sekitar yang bahu-membahu. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih melakukan penyemprotan pendinginan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak berkobar kembali.

Terpisah, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kabupaten Brebes, Caridah ketika dikonfirmasi awak media menyatakan bahwa hingga pukul 20.00 WIB, anggotanya bersama relawan, dibantu TNI dan Polri, masih melaksanakan proses pendinginan.

Kepala SMAN 1 Bantarkawung, Mokhamad Zaenal Alimin membenarkan, tujuh ruang kelas XI hangus terbakar sepenuhnya.

“Kerugian material terdiri dari lemari, meja, kursi, atap, dan genteng yang ambruk. Total kerugian ditaksir sekitar Rp2 miliar lebih,” tuturnya.

Kapolsek Bantarkawung Iptu Dwi Utomo melalui Kanit Intelkam Polsek Bantarkawung, Aiptu Agung menyatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.

“Kami masih melakukan penyelidikan dan belum bisa mengidentifikasi penyebab kebakaran,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat mendesaknya kesiapan sarana pemadam kebakaran serta ketersediaan sumber air yang memadai, terutama di wilayah yang jauh dari pusat pelayanan Pemadam Kebakaran. Keterbatasan akses air dan sarana pencegahan dinilai memperbesar dampak kerugian yang ditimbulkan.

(Rusmono)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x