x

Ducati Loyo di Mandalika! Aprilia Sapu Bersih Podium, Marc Marquez Terpuruk di Posisi Keenam

waktu baca 3 menit
Minggu, 11 Okt 2026 16:03 18 redaksi

MANDALIKA, beritafakta.id — Ducati menghadapi akhir pekan yang penuh kontras di MotoGP Indonesia 2026. Sempat menunjukkan tajinya lewat kemenangan Marc Marquez pada Sprint Race, pabrikan Italia itu justru gagal menempatkan satu pun pembalap di podium utama saat balapan Grand Prix di Sirkuit Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat, Minggu (11/10/2026).

Sebaliknya, Aprilia tampil luar biasa dengan menyapu bersih empat posisi teratas. Marco Bezzecchi keluar sebagai pemenang, disusul Raul Fernandez di posisi kedua dan Jorge Martin di urutan ketiga. Ai Ogura melengkapi dominasi Aprilia dengan finis keempat. <

Hasil tersebut menjadi tamparan bagi Ducati yang selama ini dikenal sebagai salah satu kekuatan utama di kelas premier MotoGP. Di tengah persaingan ketat musim 2026, Mandalika memperlihatkan bahwa keunggulan sebuah pabrikan tidak selalu menjamin dominasi pada setiap sirkuit.

Marc Marquez, andalan Ducati Lenovo Team, harus puas menyelesaikan balapan di posisi keenam. Ia tertinggal 10,778 detik dari Bezzecchi yang melintasi garis finis sebagai pemenang.

Alex Marquez yang membela Gresini Racing finis ketujuh, sementara Fabio Di Giannantonio dari tim VR46 Ducati berada di posisi kedelapan. Sejumlah pembalap Ducati lainnya juga gagal memberikan hasil maksimal, termasuk Francesco Bagnaia yang tidak menyelesaikan balapan.

Hasil ini membuat performa Ducati di Mandalika layak menjadi sorotan. Bukan karena seluruh pembalapnya kehilangan daya saing, melainkan karena mereka tak mampu menandingi konsistensi Aprilia dalam perebutan podium pada balapan utama.

Ketika Ducati kesulitan mengimbangi persaingan di barisan depan, Aprilia tampil dengan paket performa yang sangat kompetitif. Bezzecchi mampu mengendalikan balapan dan mengatasi tekanan Fernandez, yang tetap tampil impresif meski mengalami cedera dua jari akibat kecelakaan pada Sprint Race sehari sebelumnya.

Fernandez akhirnya finis kedua, sekitar 4,26 detik di belakang Bezzecchi. Martin menyusul di posisi ketiga, mempertegas dominasi Aprilia di Mandalika.

Dominasi empat besar tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Aprilia bukan sekadar pesaing pelengkap. Di Mandalika, mereka justru menjadi tolok ukur performa bagi pabrikan lain.

Ironisnya, Ducati sebenarnya sempat menunjukkan potensi besar pada Sabtu (10/10/2026). Marc Marquez memenangi Sprint Race, sedangkan Fabio Di Giannantonio finis ketiga. Namun, kemenangan itu tidak berlanjut menjadi dominasi pada balapan utama Minggu.

Pada Sprint Race, Marco Bezzecchi dan Raul Fernandez tersingkir setelah terjatuh di Tikungan 1. Insiden tersebut membuat hasil sprint tidak sepenuhnya mencerminkan persaingan yang kemudian terjadi pada balapan utama.

Karena itu, hasil Mandalika memberikan gambaran yang lebih kompleks daripada sekadar menyebut Ducati kehilangan kecepatan. Performa satu balapan tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa motor Ducati secara keseluruhan mengalami kemunduran, tetapi kegagalan meraih podium ketika rival menyapu bersih empat besar jelas menjadi catatan penting.

Mandalika kini menjadi bahan evaluasi bagi Ducati. Tim perlu menelaah data balapan, konsistensi kecepatan, pengelolaan ban, serta kemampuan para pembalap mempertahankan posisi dalam persaingan panjang.

Bagi Aprilia, hasil ini menjadi momentum berharga dalam perebutan gelar musim 2026. Sementara bagi Ducati, kemenangan Marc Marquez di Sprint Race belum cukup untuk menutupi hasil mengecewakan pada balapan utama.

Satu hal yang jelas, Mandalika menghadirkan pesan keras bagi persaingan MotoGP: nama besar dan reputasi tidak menjamin kemenangan. Di lintasan, performa harus dibuktikan pada setiap lap—dan kali ini Aprilia menjadi penguasa, sedangkan Ducati harus pulang dengan banyak pekerjaan rumah.

Red

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA
x
x