Cahaya PLN untuk 33 Ribu Keluarga

Minggu, 13 Juli 2025 - 13:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu penerima bantuan Light Up The Dream (LUTD), Edy Sutrisno bersyukur atas bantuan sambungan listrik gratis yang diberikan oleh PLN. Warga Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo yang berprofesi sebagai buruh tas jahit ini sebelumnya mendapatkan listrik dengan menyalur dari tetangga selama lima tahun terakhir.

Salah satu penerima bantuan Light Up The Dream (LUTD), Edy Sutrisno bersyukur atas bantuan sambungan listrik gratis yang diberikan oleh PLN. Warga Desa Kludan, Kecamatan Tanggulangin Kabupaten Sidoarjo yang berprofesi sebagai buruh tas jahit ini sebelumnya mendapatkan listrik dengan menyalur dari tetangga selama lima tahun terakhir.

beritafakta.id – PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan akses energi yang merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat sampai ke pelosok negeri. Melalui program Light Up The Dream (LUTD), para pegawai PLN bergotong-royong menyisihkan rezekinya untuk memberikan bantuan pemasangan listrik secara gratis bagi keluarga pra-sejahtera di seluruh Indonesia.

Salah satu penerima manfaat program ini adalah Enik, seorang ibu rumah tangga lansia yang tinggal di Kampung Daraham, Desa Jambe, Kecamatan Jambe, Kabupaten Tangerang. Selama ini, Enik harus mengandalkan sambungan listrik dari rumah tetangganya. Kini, berkat program LUTD yang diberikan PLN pada Juni lalu, rumahnya telah resmi dialiri listrik sendiri.

“Sekarang kami punya listrik sendiri, tidak perlu lagi menyalur ke tetangga. Terang membawa kehangatan di keluarga kami. Kini anak cucu bisa belajar dengan nyaman, dan aktivitas sehari-hari jadi lebih mudah. Terima kasih PLN yang telah menghadirkan harapan dan kebahagiaan baru bagi keluarga kami,” tutur Enik.

Dampak positif program ini juga dirasakan oleh Nenek Lagiyem, wanita paruh baya yang tinggal bersama anaknya di Kelurahan Bedoyo, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul. Selama bertahun-tahun, mereka hanya mengandalkan sambungan dari tetangga yang tidak selalu stabil dan aman.

“Alhamdulillah, sekarang rumah saya sudah punya listrik sendiri. Dulu cuma numpang dari tetangga, kadang mati, kadang takut juga kalau korslet. Sekarang rumah jadi terang, hati saya juga lega. Terima kasih banyak untuk PLN,” ucap Lagiyem dengan suara lirih penuh rasa syukur pada saat penyalaan listrik di rumahnya (23/6).

Di kawasan timur Indonesia, Evredy Hully, warga Maluku, juga turut merasakan manfaat program LUTD. Selama ini ia hidup tanpa akses listrik yang memadai, mengandalkan penerangan seadanya di malam hari. Kini, listrik menyala di rumahnya, membuka harapan baru terutama bagi masa depan anak-anaknya.

“Saya sangat berterima kasih kepada PLN. Bantuan ini sangat berarti, terutama untuk anak saya yang kini bisa belajar dengan nyaman di malam hari,” ungkap Evredy penuh haru.

Program inipun mendapatkan respons positif dari Pemerintah Daerah. Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, turut memberikan apresiasi terhadap langkah nyata PLN yang menjangkau masyarakat kurang mampu di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal), khususnya di wilayah Maluku.

“Program LUTD adalah bentuk nyata dari pemerataan pembangunan yang inklusif. Saya mengapresiasi kerja nyata PLN yang menyentuh masyarakat kurang mampu. Pemerintah Provinsi Maluku akan terus mendukung upaya-upaya yang mendorong terciptanya keadilan energi di daerah ini,” kata Hendrik.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan bahwa semangat gotong royong menjadi landasan utama program ini. Menurutnya, listrik adalah kebutuhan dasar masyarakat, dan PLN sebagai tulang punggung ketenagalistrikan nasional memiliki tanggung jawab untuk memastikan akses tersebut dapat dinikmati oleh semua kalangan.

“LUTD bukan sekadar program bantuan, tapi cerminan kepedulian dan solidaritas seluruh insan PLN. Kita ingin setiap keluarga di Indonesia, tanpa terkecuali, dapat merasakan manfaat listrik untuk kehidupan yang lebih baik,” ujar Darmawan.

Sejak pertama kali digulirkan pada 2020, program LUTD telah memberikan manfaat kepada 34.059 kepala keluarga di seluruh Indonesia. Hingga Juni 2025, tercatat sebanyak 417 pelanggan tambahan telah mendapat sambungan listrik gratis melalui program ini.

PLN memastikan program LUTD akan terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak keluarga yang membutuhkan, terutama di wilayah 3T, sebagai bagian dari misi besar PLN mewujudkan keadilan energi untuk semua.

“Kami percaya bahwa akses terhadap listrik adalah pintu pembuka menuju kemajuan. Dengan hadirnya listrik, anak-anak bisa belajar, keluarga bisa lebih produktif, dan perekonomian meningkat sehingga kualitas hidup masyarakat akan meningkat secara menyeluruh,” pungkas Darmawan.

Berita Terkait

Raih Dua Penghargaan, PLN Icon Plus Lanjutkan Rekam Jejak Prestasi Tingkat Asia
Di Balik Lepas Landas, Pertamina Pastikan Pasokan dan Kualitas Avtur
Industri Tekstil ASEAN Beralih ke Digital, Epson–IDC Ungkap Tren
Epson Pertegas Arah 2026: Inovasi Hijau dan Ekspansi B2B Jadi Tumpuan
Epson Luncurkan Proyektor Portabel Lifestudio, Gabungkan Gaya Hidup dan Hiburan Modern
Terobosan Epson: SureColor G6030, DTF Resmi Hadir
Epson Hadirkan EcoTank Baru, Jaminan Efisiensi Cetak Bisnis
UMKM Pertamina: Dari Lebah, Tuntun 3 Buah Hati Bisa Berkuliah
Berita ini 1 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 12:01 WIB

Raih Dua Penghargaan, PLN Icon Plus Lanjutkan Rekam Jejak Prestasi Tingkat Asia

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:49 WIB

Di Balik Lepas Landas, Pertamina Pastikan Pasokan dan Kualitas Avtur

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:15 WIB

Industri Tekstil ASEAN Beralih ke Digital, Epson–IDC Ungkap Tren

Minggu, 15 Februari 2026 - 12:56 WIB

Epson Pertegas Arah 2026: Inovasi Hijau dan Ekspansi B2B Jadi Tumpuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:30 WIB

Epson Luncurkan Proyektor Portabel Lifestudio, Gabungkan Gaya Hidup dan Hiburan Modern

Berita Terbaru

Antrean truk kontainer menuju Pelabuhan Tanjung Priok untuk bongkar-muat menimbulkan kemacetan di Jl. Jampea Raya, Jakarta Utara. Di balik klaim fleksibilitas, sopir trailer sebenarnya menunggu tanpa jeda, siap dipanggil kapan saja tanpa kepastian istirahat. (Dok: Project M/Henry)

Berita

Sopir Trailer Priok: Kerja Maksimal, Perlindungan Minimal

Minggu, 1 Mar 2026 - 02:33 WIB