PBI BPJS Dipangkas, dr. Agus Ujianto: Rumah Sakit Tak Akan Tinggalkan Pasien

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Semarang – Kebijakan pemerintah melakukan penataan ulang data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Banyak warga khawatir kehilangan akses layanan kesehatan setelah kartu PBI mereka dinonaktifkan.

Menanggapi kondisi tersebut, pakar bedah sekaligus Ketua Perhimpunan Kedokteran Digital Terintegrasi Indonesia (PREDIGTI), dr. H. Agus Ujianto, M.Si.Med., Sp.B., FISQUa, menegaskan bahwa rumah sakit tetap berkomitmen melayani pasien tanpa diskriminasi.

Menurutnya, kebijakan ini bukan semata-mata pemangkasan, melainkan upaya negara untuk memperbaiki ketepatan sasaran bantuan kesehatan.

“Intinya negara ingin memastikan bantuan benar-benar diterima oleh masyarakat yang paling membutuhkan. Tapi masyarakat jangan takut, rumah sakit tidak boleh menolak pasien hanya karena urusan kartu,” kata dr. Agus.

Ia menegaskan bahwa dalam praktik medis, keselamatan pasien tetap menjadi prioritas utama. Dalam kondisi darurat, tenaga kesehatan wajib melakukan pertolongan pertama tanpa melihat status kepesertaan BPJS.

“Triase itu hukumnya wajib. Administrasi bisa menyusul, nyawa manusia tidak bisa menunggu,” tegasnya.

dr. Agus juga menyoroti pentingnya transformasi digital di sektor kesehatan. Menurutnya, banyak kartu PBI dinonaktifkan akibat data yang tidak sinkron antara pusat dan daerah.

Digitalisasi sistem kesehatan yang terintegrasi dinilai menjadi solusi agar bantuan tidak salah sasaran dan pelayanan rumah sakit bisa berjalan lebih efisien.

Di sisi lain, rumah sakit juga didorong untuk memperkuat jejaring sosial. Kerja sama dengan lembaga zakat, filantropi, dan dana CSR perusahaan menjadi salah satu skema pembiayaan alternatif bagi pasien kurang mampu.

“Gotong royong sosial ini penting agar tidak ada warga yang terputus dari layanan kesehatan hanya karena kendala ekonomi,” ujarnya.

Selain itu, dr. Agus mengajak masyarakat yang sudah mampu secara finansial untuk mulai beralih ke kepesertaan mandiri.

Menurutnya, langkah ini penting agar anggaran negara benar-benar fokus pada kelompok masyarakat paling rentan.

Dari sisi medis, ia menekankan bahwa penggunaan teknologi modern dan metode pengobatan presisi dapat menekan biaya perawatan sekaligus meningkatkan kualitas layanan.

Mengakhiri pernyataannya, dr. Agus menegaskan bahwa rumah sakit harus tetap berdiri sebagai institusi sosial.

“Pelayanan kesehatan bukan hanya soal bisnis, tapi soal kemanusiaan. Negara, rumah sakit, dan masyarakat harus saling menopang agar sistem ini tetap berjalan adil dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menembus Batas Baru: Potensi Sinergi Terapi Endovaskular dan Kedokteran Regeneratif dalam Penanganan Disfungsi Ereksi
Sinergi Satlantas Polres Purbalingga dan Warga Bentuk Kampung Tertib Lalu Lintas
MUI Gelar Mudzakarah Hukum Nasional, Soroti Akses Keadilan bagi Kaum Dhuafa dan Fakir Miskin
Konstitusi Ujianto: Manifestasi Kejujuran Ilmiah dan Postulat Terapi Biologi dalam Paradigma Precision Medicine
Kado Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Raih Penghargaan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden RI
Berbagi Kebahagiaan di Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purbalingga Bagikan Bantuan untuk Masyarakat
Perbandingan Mekanisme Berbasis Darah antara PRP Konvensional dan Fotobiomodulasi Eksosom
Ungkap 75 Kasus C3 Selama Juni 2026, Polda Jateng Tangkap 121 Tersangka
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 5 Juli 2026 - 10:06 WIB

Menembus Batas Baru: Potensi Sinergi Terapi Endovaskular dan Kedokteran Regeneratif dalam Penanganan Disfungsi Ereksi

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:17 WIB

MUI Gelar Mudzakarah Hukum Nasional, Soroti Akses Keadilan bagi Kaum Dhuafa dan Fakir Miskin

Jumat, 3 Juli 2026 - 08:13 WIB

Konstitusi Ujianto: Manifestasi Kejujuran Ilmiah dan Postulat Terapi Biologi dalam Paradigma Precision Medicine

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:49 WIB

Kado Hari Bhayangkara ke-80, Polda Jateng Raih Penghargaan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden RI

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:15 WIB

Berbagi Kebahagiaan di Hari Bhayangkara ke-80, Polres Purbalingga Bagikan Bantuan untuk Masyarakat

Berita Terbaru