Menteri Rini Hadiri MPLS Sekolah Rakyat, Pastikan Pemenuhan Guru

Senin, 14 Juli 2025 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

beritafakta.id  – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) telah berlangsung untuk menyambut siswa pada tahun ajaran baru, termasuk di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor. Dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan bahwa Kementerian PANRB turut berperan dalam penataan kelembagaan dan pemenuhan kebutuhan guru.

“Kami terus memastikan agar peran ini dapat kita jalankan dengan baik,” ujar Rini usai pembukaan MPLS di Sekolah Rakyat Menengah Pertama 10 Bogor, Senin (14/7/2025). Dukungan ini sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) No. 8/2025 tentang Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Pembukaan MPLS ini juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Menko Muhaimin, atau yang akrab Cak Imin, menjelaskan berdirinya sekolah ini adalah cara cepat pemerintah untuk memutus rantai kemiskinan.

“Oleh karena itu, sekolah rakyat adalah gagasan amat sangat strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan. Semua kementerian terlibat, semua bergerak cepat,” ujar Muhaimin.

Sekolah Rakyat yang berlokasi di Sentra Terpadu Inten Soewono ini memiliki jumlah siswa sebesar empat rombongan belajar dengan 100 siswa. Secara umum Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berbasis asrama yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Tujuan utamanya adalah untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan berkualitas. Program ini merupakan inisiatif pemerintah untuk memberikan akses pendidikan yang setara bagi semua kalangan, khususnya mereka yang kurang mampu.

Kini sudah ada 100 titik Sekola Rakyat. Dari 100 sekolah tersebut, terdiri atas 32 Sekolah Rakyat Menengah Pertama, 44 Sekolah Rakyat Menengah Atas, dan 24 Sekolah Rakyat Terintegrasi. Dalam mendukung pelaksanaan belajar mengajar di Sekolah Rakyat, Kementerian PANRB berperan dalam menetapkan kebutuhan dan formasi guru.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan, rekrutmen sekolah rakyat tanpa ada tes akademik. Namun didasarkan pada kondisi sosial ekonomi keluarga yang termasuk miskin dan miskin ekstrem. Sistem sekolah yang berasrama ini membangun kebiasaan positif, serta membangun rasa bangga sebagai bangsa Indonesia.

“Sekolah Rakyat membekali peserta didik dengan kurikulum nasional, kurikulum khusus, dan kearifan lokal. Serta membekali siswa dengan life skill,” pungkas Saifullah.

Berita Terkait

PERPENKA Buktikan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian
Bhayangkara Presisi Tinggal Menangkan Satu Laga Lagi Dipastikan ke Grand Final
Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet, Perkuat Pengendalian Banjir di Karawang dan Bekasi
Melaju ke Sarinah, UMKM Bulungan Siap Melesat, Pasar Nasional Kian Dekat
Akses Lari Makin Mudah, Bank BJB Buka Jalan ke Suroboyo 10K Lewat Skema Menabung
Irigasi Lumpuh 3 Tahun, Warga dan Pemkab Pasang 60 “Dekem” Selamatkan 480 Hektare Sawah di Merawu.
Lonjakan Penerima Bansos Pangan di Banjarnegara Tembus 73,93 Persen di 2026
Disperindagkop UKM Banjarnegara Perkuat UMKM Lewat Pelatihan Digital Marketing Berbasis AI
Berita ini 10 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 12:25 WIB

PERPENKA Buktikan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

Jumat, 17 April 2026 - 18:06 WIB

Bhayangkara Presisi Tinggal Menangkan Satu Laga Lagi Dipastikan ke Grand Final

Jumat, 17 April 2026 - 18:02 WIB

Kementerian PU Percepat Bendungan Cijurey dan Cibeet, Perkuat Pengendalian Banjir di Karawang dan Bekasi

Jumat, 17 April 2026 - 13:51 WIB

Melaju ke Sarinah, UMKM Bulungan Siap Melesat, Pasar Nasional Kian Dekat

Kamis, 16 April 2026 - 15:08 WIB

Akses Lari Makin Mudah, Bank BJB Buka Jalan ke Suroboyo 10K Lewat Skema Menabung

Berita Terbaru

Berita

PERPENKA Buktikan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

Sabtu, 18 Apr 2026 - 12:25 WIB