Banjarnegara, beritafakta.id – Ungkapan Rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas melimpahnya hasil bumi yang berupa hasil dari pertanian, hal ini di tuangkan oleh Masyarakat Desa Banjengan, Kecamatan Mandira ja, Kabupaten Banjarnegara dengan merayakan Ruwat Bumi, Pada Kamis Siang, Jam 13.00 WIB(17/7/2025) di Lapangan Desa setempat.
Adapun acara tersebut di hadiri oleh segenap masyarakat Desa tersebut dan tidak lupa di hadiri dari Pemdes Banjengan, Forkompinca Mandiraja, Tokoh tokoh Agama dan Tokoh adat setempat.
Kepala Desa Banjengan Nyoto, menyampaikan terkait kegiatan adat masyarakat setempat Ini.
“Bahwa untuk Acara Ruwat selalu di adakan setiap tahun, tapi untuk acara pagelaran wayang tidak di adakan setiap tahun karena membutuhkan dana yang banyak yang jelas”, katanya.
Nyoto juga menambahkan, “Contohnya nanti malam pertunjukan wayang dengan menampilkan dalang yang sudah terkenal jadi tidak setiap tahun mengadakan pertunjukan wayang seperti ini, tapi alhamdulilah pada tahun ini masyarakat sangat antusias, dan menghenda ki acara yang lebih meriah lagi, walaupun di Banjengan acara ruwat Bumi selalu di laksanakan, “imbuhnya.
Nyoto menjelaskan bahwa acara ruwat Bumi ini mempunyai makna untuk meminta keberkahan dari Yang Maha Kuasa.

” Untuk Ruwat Bumi kan sudah turun temurun dari nenek moyang kita, tujuannya untuk meminta keberkahan atau keselamatan dari Sang Maha Kuasa Alloh SWT, agar terutama para petani para pedagang dan seluruh masyarakat Desa Banjengan bisa di beri keselamatan, keberkahan dan di beri Rejeki yang banyak serta selalu di beri keselamatan, “jelas Kepala Desa Banjengan.
Ia berharap untuk ke depan, acara ini tetap akan ada alasanya banyak sekali yang di dapat dari Acara tersebut.
” Harapan ke depan, acara ini bisa berlangsung setiap tahunnya karena di samping acara tasyakuran itu baik sekali juga nguri nguri budaya di Jawa,”ujarnya.
Sutaryo selaku ketua penyelenggara acara Ruwat Bumi Desa Banjengan menyampaikan kepada Wartawan, bahwa kegiatan ini sudah lama di laksanakan.
“Acara ini sudah mulai di gelar sejak tahun 1988 sampai sekarang ada, setiap tiga tahun sekali mengadakan adat istiadat di Desa Banjengan, ” Ungkapnya.
Ia juga menyampaikan terkait kegiatan tersebut melalui proses sampai beberapa hari untuk mempersiapkannya.
“Anggaran kegiatan ini siang sampai malam atas partisipasi seluruh masyarakat, penggalangan dana di mulai dari 15 hari, pemasangan tratag dua hari, sampai di laksanakan hari dan sampai besok, ” Katanya.
Taryo mengatakan kegiatan adat istiadat tersebut mengeluarkan anggaran yang cukup lumayan dan itu dua sesi acara Ruwat Bumi untuk siang hari dan pagelaran wayang kulit Ki Dalang Eko Suwaryo pada malam hari.
“Jumlah anggaran pelaksanaan acara ini di hitung sebanyak 70 jutaan, untuk lain lain dan untuk dalang sudah komplit 57 juta, ” Pungkasnya.






