Menteri PANRB Bertemu Prabowo, Bahas Penataan Kelembagaan dan Guru

Rabu, 30 Juli 2025 - 21:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

beritafakta.id – Sekolah Rakyat saat ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan. Pada program ini, Kementerian PANRB berperan dalam penataan kelembagaan dan pemenuhan kebutuhan guru serta tenaga kependidikan.

“Hari ini Presiden Prabowo menggelar rapat terbatas membahas Sekolah Rakyat bersama jajaran menteri terkait. Pada rapat ini kami menyampaikan perkembangan penataan kelembagaan dan pemenuhan kebutuhan guru pada Sekolah Rakyat,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini usai menghadiri rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (29/7/2025).

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola, Sekolah Rakyat dirancang menjadi salah satu Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah Kementerian Sosial. Secara kelembagaan, UPT ini akan berada di bawah koordinasi Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Pengembangan Profesi Kesejahteraan Sosial, bersama dengan Balai Diklat dan Politeknik Kesejahteraan Sosial yang sudah ada saat ini.

“Dengan demikian, Sekolah Rakyat tidak berjalan sendiri, tetapi menjadi bagian dari ekosistem kelembagaan Kementerian Sosial yang sudah memiliki jalur operasional, penganggaran, dan pembinaan SDM secara fungsional,” jelasnya.

Dalam penyiapan kelembagaan Sekolah Rakyat, saat ini telah dibentuk 100 Sekolah Rakyat yang ditetapkan melalui Peraturan Menteri Sosial No. 7/2025 tentang Sekolah Rakyat sebagai tindak lanjut Surat Menteri PANRB. Dalam Peraturan tersebut, telah ditetapkan 32 Sekolah Rakyat Menengah Pertama, 44 Sekolah Rakyat Menengah Atas, dan 24 Sekolah Rakyat Terintegrasi.

Menteri Rini menyampaikan, dari sisi distribusi dan pemenuhan SDM telah ditetapkan 100 lokasi sentra Sekolah Rakyat dengan total 1.554 formasi guru yang telah diseleksi. Selanjutnya direncanakan penambahan 59 lokasi dengan formasi guru yang akan ditetapkan untuk pemenuhannya sesuai kebutuhan.

“Adapun Tahap 2 tengah dilakukan pemetaan kebutuhan SDM untuk mencapai target akhir 200 lokasi Sekolah Rakyat,” pungkasnya.

Berita Terkait

Bagikan 100 Bungkus Takjil untuk Masyarakat
Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan
Martoyo DPRD Fraksi Gerindra Kawal Program Presiden untuk Dukung Pembangunan Banjarnegara.
Polsek Karangreja dan Bhayangkari Bagikan 100 Paket Takjil
Tak Hanya Hafal 30 Juz, Polwan Ini Dalami Cabang Ilmu Al-Qur’an Lebih Lanjut
Natalius Pigai Batalkan Debat HAM, Prof Uceng Tantang Diskusi Terbuka
Ubah Paradigma RSUD Brebes dalam Pelayanan Pasien, Direktur Adhi : Keramahan Petugas Dedikasi Kami
Refleksi Ramadan dan Implementasinya dalam Reformasi Birokrasi
Berita ini 14 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Senin, 2 Maret 2026 - 22:42 WIB

Bagikan 100 Bungkus Takjil untuk Masyarakat

Senin, 2 Maret 2026 - 22:29 WIB

Operasi Ketupat 2026, Polri Siapkan 2.746 Posko Pengamanan hingga Pelayanan

Senin, 2 Maret 2026 - 21:31 WIB

Martoyo DPRD Fraksi Gerindra Kawal Program Presiden untuk Dukung Pembangunan Banjarnegara.

Senin, 2 Maret 2026 - 21:24 WIB

Polsek Karangreja dan Bhayangkari Bagikan 100 Paket Takjil

Senin, 2 Maret 2026 - 21:09 WIB

Tak Hanya Hafal 30 Juz, Polwan Ini Dalami Cabang Ilmu Al-Qur’an Lebih Lanjut

Berita Terbaru

Berita

Bagikan 100 Bungkus Takjil untuk Masyarakat

Senin, 2 Mar 2026 - 22:42 WIB