Pembangunan 2 Sabo Dam: Langkah Nyata PU Kurangi Risiko Bencana di Ternate

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

beritafakta.id – Kementerian Pekerjaan Umum memperkuat infrastruktur pengendali sedimen di wilayah rawan bencana Gunung Gamalama di Provinsi Maluku Utara. Pada Tahun 2025, tengah dibangun 2 unit Sabo Dam di Sungai Rua, Kota Ternate untuk mengurangi risiko banjir bandang dan mitigasi banjir lahar dampak dari erupsi Gunung Gamalama.

Pembangunan infrastruktur Sumber Daya Air ini merupakan upaya Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara untuk mitigasi bencana paska kejadian banjir bandang di Kota Ternate yang terjadi pada 25 Agustus 2024 lalu dan mengakibatkan kerusakan infrastruktur serta korban jiwa.

Menteri PU Dody Hanggodo saat meninjau Sabo Dam di Sungai Rua, Kota Ternate, mengatakan bahwa pembangunan sabo dam di wilayah Ternate sangat penting mengingat kondisi lereng Gunung Gamalama yang sudah relatif gundul dan curah hujan di Ternate cenderung tinggi.

“Setiap kali hujan lebat, potensi longsoran dan aliran material dari gunung cukup besar. Karena itu, kita memerlukan beberapa Sabo Dam sebagai pengendali, penahan sedimen dan longsoran agar tidak terbawa ke hilir. Infrastruktur ini akan membantu mencegah banjir bandang sekaligus melindungi permukiman dan infrastruktur lain di bawahnya,” kata Menteri Dody.

Menteri Dody juga menyambut baik kolaborasi Kementerian PU dengan Pemerintah Daerah setempat pada saat pembangunan Sabo Dam Sungai Rua.

Pembangunan Sabo Dam Sungai Rua secara bertahap tersebar di 3 titik. Pada tahun 2025 telah dibangun 2 titik sabo dam, yakni Sabo Dam 1 dan Sabo Dam 2 serta pembuatan tanggul pasangan batu pada alur sungai lama dan alur sungai baru. Sementara untuk Sabo Dam 3 direncanakan dibangun pada 2026.

Saat ini, konstruksi Sabo Dam 1 sudah dalam tahap pekerjaan bangunan utama main dam, sayap kanan sabo dam dan tanggul pasangan batu. Progres pekerjaan telah mencapai 34% dan ditargetkan selesai pada Desember 2025. ”Proyek agar dikerjakan sesuai perencanaan teknis, efektif dan efisien. Walaupun musim hujan terkadang luar biasa, tetapi kami yakin proyek ini akan selesai tepat waktu,”tegas Menteri Dody.

Secara teknis, Sabo Dam Sungai Rua dibangun secara berseries untuk mengendalikan aliran sedimen, memperlambat aliran debris flow, menahan material batu batu besar dari hulu sehingga dapat meminimalisir risiko bencana banjir lahar di wilayah hilir.

Kepala Balai Wilayah Sungai Maluku Utara M. Saleh Talib menjelaskan bahwa sebagai upaya mitigasi bencana banjir bandang jangka panjang di Kota Ternate, Kementerian PU melalui BWS Maluku utara merencanakan pembangunan total 20 unit Sabo Dam secara bertahap yang tersebar di 11 sungai aliran Gunung Gamalama, yakni Sungai Rua, Sungai Kastela, Sungai Taduma, Sungai Sasa, Sungai Monai, Sungai Batumerah, Sungai Maliaro, Sungai Marikurubu, Sungai Kulaba, Sungai Tabalolo, dan Sungai Haw Amadaha.

Sebagaimana diketahui pasca bencana banjir bandang Agustus 2024 lalu, Kementerian PU melakui BWS Maluku utara sudah melakukan penanganan darurat berupa normalisasi alur pada sungai sungai yang pengendapan sedimintasi tinggi serta telah di lakukan Survei Detail Engineering Design (DED) dan hasilnya Sungai Rua termasuk dalam 11 sungai yang berpotensi mengalami kejadian serupa, sehingga memerlukan bangunan pengendali sedimen berupa Sabo Dam.

Selain untuk mengendalikan aliran sedimen banjir bandang pembangunan Sabo Dam ini juga memiliki manfaat lain seperti untuk melindungi daerah hilir, memelihara lingkungan, serta mencegah erosi pada dasar dan tebing sungai. Sabo dam juga dapat berfungsi serba guna sebagai jembatan, jalan, dan sarana irigasi, air baku serta berperan dalam pengembangan daerah.(*)

Berita Terkait

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?
Kecelakaan Tunggal di Kalimanah, Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit
“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual
Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!
Ratusan Kambing PE Kaligesing Unjuk Gigi di Banjarnegara
Tuntaskan 100 Titik Edukasi, SMART 171 Luncurkan Buku dalam Milad 1 Dekade
Halalbihalal Ikatan Keluarga Canduang Koto Laweh Pererat Silaturahmi Perantau Minang di Kodam Jaya
HK Mengajar Dimulai dari Riau, Hutama Karya Siap Sambangi Lebih Banyak Kota
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:18 WIB

Blora Punya 1.600 Sumur Rakyat, Bisakah Minyaknya Benar-Benar Terserap Pertamina?

Selasa, 12 Mei 2026 - 09:22 WIB

Kecelakaan Tunggal di Kalimanah, Polisi Evakuasi Korban ke Rumah Sakit

Selasa, 12 Mei 2026 - 08:26 WIB

“Kita Sudah Bonyok Semua”: Wakil Rektor UIN Walisongo Bicara Blak-blakan soal Kasus Kekerasan Seksual

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:16 WIB

Dosen Diduga Terlibat Kekerasan Seksual, PSGA UIN Walisongo: Korban Jangan Takut Bicara!

Senin, 11 Mei 2026 - 15:56 WIB

Ratusan Kambing PE Kaligesing Unjuk Gigi di Banjarnegara

Berita Terbaru