Banjarnegara – Longsor yang melanda Dukuh Situkung, Desa Pandanarum, Banjarnegara, menimbulkan kerugian besar pada tiga sektor utama masyarakat: pertanian, peternakan, serta infrastruktur penunjang.
Berdasarkan data Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (Dinkanak) Banjarnegara, total kerugian mencapai Rp 4,1 miliar.
Kepala Dinkanak Banjarnegara, Firman Adhi, menyebutkan luas lahan pertanian terdampak mencapai 44 hektare, meliputi tanaman padi, jagung, cabai, tomat, nilam, dan kapulaga. Kerugian sektor pertanian mencapai Rp 2,9 miliar.
Selain pertanian, sektor peternakan juga terpuruk. Sebanyak 30 ekor sapi dan 250 ekor kambing dilaporkan mati tertimbun material longsor, sementara sisanya terpaksa dijual atau dievakuasi. Total kerugian peternakan ditaksir Rp 640 juta.
Kerusakan juga terlihat pada sejumlah infrastruktur seperti embung, saluran irigasi perpipaan, dan irigasi sekunder dengan nilai kerusakan mencapai Rp 494 juta.
“Irigasi yang tertimbun ini sebelumnya mengairi sekitar 20 hektare sawah,” jelas Firman.






