NUSANTARA – Pembangunan Gedung Mahkamah Agung (MA) dan Gedung Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) di Ibu Kota Nusantara (IKN) kini memasuki babak baru. Hutama Karya bersama konsorsium resmi memulai pengerjaan dua kawasan institusional negara yang akan menjadi ikon pemerintahan Nusantara modern.
Gedung MA akan dibangun di atas lahan 79.179 m² dengan luas bangunan 55.752 m², mengusung konsep modern berpadu identitas lokal. Fasad menampilkan motif Talawang Dayak sebagai simbol pelindung keadilan, diperkaya material batu alam, laminated wood, dan rotan sintetis. Teknologi Intelligent Sun Control System diterapkan untuk efisiensi energi.
Gedung MPR seluas 74.196 m² juga mengusung konsep rumah panggung (pilotis), identitas Wastra Nusantara pada area drop-off, serta elemen Green & Sustainable seperti sky garden, photovoltaic, dan rainwater harvesting.
Kedua bangunan dirancang dengan prinsip arsitektur institusional, aksesibilitas publik, dan integrasi kawasan melalui jalur pedestrian serta plaza hijau.
Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, menyampaikan bahwa desain berkonsep Modern Nusantara ini diharapkan menjadi ikon yang merepresentasikan lembaga negara dalam era baru pemerintahan Indonesia.
“Ini akan menjadi elemen utama pusat pemerintahan di IKN dan menunjukkan komitmen kami dalam menghadirkan infrastruktur berstandar tinggi,” ucapnya.






