Mandailing Natal, Beritafakta.id – Satuan Mahasiswa Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (Satma AMPI) Mandailing Natal menyoroti dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Jumat (12/12/2025).
Dugaan aktivitas PETI tersebut disebut kembali mengarah ke lahan milik Haji Daud. Warga mengaku resah karena adanya pihak-pihak yang diduga terlibat dan dinilai bersikap arogan serta intimidatif saat masyarakat menyampaikan penolakan.
Bendahara Satma AMPI Madina, Muhammad Saleh, menyatakan bahwa laporan dari warga menunjukkan adanya dugaan upaya masuknya kembali aktivitas tambang ilegal di wilayah tersebut. Menurutnya, tindakan tersebut merugikan pemilik lahan, meresahkan masyarakat, dan berpotensi merusak lingkungan.
“Kami meminta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk memeriksa dugaan PETI di Rantobi dan menindak tegas pihak-pihak yang terlibat,” ujar Muhammad Saleh.
Satma AMPI Madina juga mendesak agar lahan milik Haji Daud diamankan serta segala bentuk intimidasi terhadap warga dihentikan. Mereka menegaskan penolakan terhadap aktivitas PETI dan meminta tidak ada pembiaran terhadap tambang ilegal di Mandailing Natal.
Satma AMPI Madina menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan ini demi menjaga keamanan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan di wilayah Mandailing Natal. (Magrifatulloh)






