SATMA AMPI Madina: Mafia Tambang Rantobi Mengelabui Publik, Siang Pura-pura Tutup Malam Gas Alat Berat”

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mandailing Natal, 22 Desember 2025 – Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Rantobi, Kecamatan Batang Natal, Kabupaten Mandailing Natal, semakin menunjukkan pola licik dan terorganisir. Berdasarkan temuan lapangan dan laporan masyarakat, aktivitas PETI diduga sengaja disamarkan pada siang hari seolah berhenti beroperasi, namun kembali digas pada malam hari dengan mengoperasikan alat berat tambang ilegal.

Bendahara SATMA AMPI Madina, Muhammad Saleh, menegaskan bahwa PETI di Rantobi diduga dikuasai oleh seorang pemain bernama “Mukhlis”, yang beroperasi di lahan milik Haji “Daud”. Aktivitas tersebut juga diduga dikendalikan oleh seorang humas lapangan bernama “Fajar”, yang berperan mengondisikan situasi di lapangan.

Pola siang berhenti–malam beroperasi ini memunculkan dugaan kuat adanya bekingan oknum aparat, sebab hingga kini aktivitas PETI masih terus berlangsung meski laporan masyarakat telah berulang kali disampaikan.

“Ini adalah bentuk pengelabuan hukum yang nyata. Jika tidak ada pembiaran atau bekingan, mustahil alat berat tambang ilegal bisa keluar-masuk dan beroperasi bebas pada malam hari,” tegas Muhammad Saleh.

SATMA AMPI Madina menilai praktik PETI ini telah merusak lingkungan, mengancam keselamatan warga, serta mencederai keadilan dan wibawa hukum di Kabupaten Mandailing Natal.

Sebagai bentuk keseriusan dan perlawanan terhadap praktik ilegal tersebut, kami dari SATMA AMPI Madina menyatakan akan segera menggelar aksi unjuk rasa apabila aparat penegak hukum tidak segera mengambil tindakan tegas dan transparan.

Penutupan total PETI Rantobi tanpa tebang pilihPenindakan terhadap Mukhlis, pemilik lahan Haji Daud, dan humas lapangan Fajar

“Kami tidak akan tinggal diam. Jika hukum terus dipermainkan, maka suara rakyat akan turun ke jalan,” tegas Muhammad Saleh.

SATMA AMPI Madina memastikan akan terus mengawal kasus PETI Rantobi hingga tuntas demi tegaknya supremasi hukum dan keselamatan masyarakat.

(Magrifatulloh)

Berita Terkait

Sengit, Ratusan Pelajar dan Umum Perebutkan Trofi Kapolres Kendal Cup 2026
Kolaborasi Polres Tegal Kota dan IWO Kota Tegal Perkuat Sinergitas
Ukhuwah dan Kepedulian Sosial Jadi Pesan Utama Pengajian Akbar Muhammadiyah di Sirampog
JAWARA Teguhkan Peran Pendidikan Kesetaraan dalam Membangun SDM Brebes
RSUD Bumiayu bersama Puskesmas Sirampog Gelar Speling Perdana, Warga Sangat Antusias
Dampak Ungkap Kasus Korupsi 31 SPPG di Brebes Berhenti Oprasi, Siswa Penerima Manfaat Terdampak
Teguhkan Komitmen Pelayanan Prima, Kasubsi Bimbingan Kegiatan Pimpin Apel Pagi Rutan Batam
Dosen Universitas Dian Nusantara Sulap Bank Sampah Rajawali Jadi Digital
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 20:10 WIB

Sengit, Ratusan Pelajar dan Umum Perebutkan Trofi Kapolres Kendal Cup 2026

Senin, 8 Juni 2026 - 20:07 WIB

Kolaborasi Polres Tegal Kota dan IWO Kota Tegal Perkuat Sinergitas

Senin, 8 Juni 2026 - 19:53 WIB

Ukhuwah dan Kepedulian Sosial Jadi Pesan Utama Pengajian Akbar Muhammadiyah di Sirampog

Senin, 8 Juni 2026 - 19:51 WIB

JAWARA Teguhkan Peran Pendidikan Kesetaraan dalam Membangun SDM Brebes

Senin, 8 Juni 2026 - 18:39 WIB

RSUD Bumiayu bersama Puskesmas Sirampog Gelar Speling Perdana, Warga Sangat Antusias

Berita Terbaru

SPORT

Profil Timnas Uzbekistan, Debutan Piala Dunia 2026

Senin, 8 Jun 2026 - 19:35 WIB