Banjarnegara — Penurunan signifikan dana transfer dari pemerintah pusat menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Banjarnegara. Menyikapi kondisi tersebut, Bupati Banjarnegara menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mempercepat pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sejak awal Tahun Anggaran 2026.
Instruksi tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan APBD 2026 yang digelar di Pringgitan, diikuti oleh jajaran kepala OPD, camat, dan unsur terkait lainnya.
Bupati mengungkapkan bahwa secara nasional, alokasi transfer ke daerah pada tahun 2026 mengalami penurunan cukup tajam. Jika pada tahun sebelumnya mencapai sekitar Rp669 triliun, tahun 2026 turun menjadi Rp559 triliun. Kondisi tersebut berdampak langsung pada keuangan daerah, termasuk potensi pengurangan anggaran Banjarnegara hingga ratusan miliar rupiah.
“Situasi ini menuntut kita bekerja lebih cepat dan lebih efisien. Ketergantungan terhadap anggaran pusat masih tinggi, sementara alokasi berkurang. Maka setiap program harus benar-benar tepat sasaran dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Bupati.
Dalam arahannya, Bupati menekankan perubahan pola kerja birokrasi. Seluruh kegiatan strategis dan proyek berskala besar diminta rampung dalam sembilan bulan pertama tahun anggaran. Proses lelang, khususnya pada OPD teknis seperti Dinas PUPR, Pendidikan, dan Kesehatan, harus dimulai sejak awal tahun.
“Saya tidak ingin lagi penyerapan anggaran menumpuk di akhir tahun. Proyek besar harus berjalan sejak awal, sehingga triwulan terakhir hanya menyisakan pekerjaan rutin,” ujarnya.
Selain menjaga kualitas pembangunan dengan menghindari pengerjaan fisik di musim hujan, Bupati juga menekankan pentingnya pemerataan pembangunan desa. OPD diminta tidak memusatkan program di desa yang sama secara berulang, melainkan menyebarkannya secara bergiliran agar keadilan pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat luas.
Di akhir rapat, Bupati juga menginstruksikan para camat dan BPBD untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, khususnya longsor di musim hujan. Kominfo diminta lebih aktif mempromosikan potensi daerah, sementara Satpol PP diharapkan meningkatkan patroli malam guna menekan angka kriminalitas dan pergaulan bebas remaja.
Dengan dimulainya kerja sejak awal Januari, Bupati berharap seluruh perangkat daerah bergerak serentak, adaptif, dan solid dalam menghadapi tantangan fiskal demi mendorong pembangunan Banjarnegara yang lebih merata dan berkelanjutan sepanjang 2026.(bas)






