Banjarnegara | Berita Fakta.ID – Ruas jalan penghubung perbatasan Kabupaten Banyumas–Banjarnegara yang menghubungkan Desa Watu Agung, Kecamatan Tambak, hingga Desa Gumelem Wetan, Kecamatan Susukan, kini telah selesai direhabilitasi dan mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Jalan yang menjadi akses utama warga dua kabupaten tersebut direhabilitasi menggunakan anggaran sebesar Rp3.913.353.000 pada Tahun Anggaran 2025. Pekerjaan dimulai pada 9 November dan rampung sesuai papan informasi proyek dalam waktu 40 hari kalender.
Kepala Desa Gumelem Wetan, Chartun, menyampaikan bahwa selesainya rehabilitasi jalan ini sangat membantu aktivitas warga, khususnya masyarakat di wilayah atas yang mencakup dua dusun dengan total 14 RT.
“Selama ini warga kami sangat bergantung pada jalur ini untuk aktivitas sehari-hari. Sebelumnya kondisinya rusak parah dan sering dikeluhkan. Sekarang jalannya sudah bagus dan nyaman dilalui,” ujar Chartun saat ditemui di kantornya, Senin (5/1/2026).
Ia mengaku bersyukur atas perhatian Pemerintah Kabupaten Banjarnegara terhadap akses infrastruktur di wilayah perbatasan. Menurutnya, pembangunan jalan ini memberi dampak langsung terhadap kelancaran mobilitas masyarakat.
“Kami berterima kasih kepada Pemkab Banjarnegara, khususnya Ibu Bupati Amalia Desiana. Jalan yang dulu rusak kini sudah permanen dan sangat membantu warga,” tambahnya.
Meski demikian, Chartun menyebut masih ada harapan lanjutan dari masyarakat, terutama terkait pelebaran jalan dan pembangunan drainase. Hal ini dinilai penting mengingat kondisi geografis jalan yang berada di wilayah berbukit dan rawan aliran air saat hujan.
“Jika hujan deras, air dari atas bisa menggerus badan jalan. Maka pelebaran dan drainase sangat dibutuhkan agar pengguna roda empat tidak kesulitan saat berpapasan,” jelasnya.
Ia berharap, infrastruktur jalan yang layak dapat mendorong peningkatan sektor pariwisata dan ekonomi kerakyatan di wilayah Gumelem yang dikenal sebagai sentra gula kelapa dan pertanian.
Senada, tokoh masyarakat setempat Sunardi mengaku merasakan langsung dampak positif pembangunan jalan tersebut. Menurutnya, jalur Tambak–Susukan kini menjadi alternatif penting bagi pengguna jalan dari berbagai daerah.
“Jalan ini bukan hanya untuk warga Banjarnegara, tapi juga Banyumas, bahkan dari Jogja, Semarang, dan Cilacap. Kami berharap ada pelebaran dan perawatan rutin agar manfaatnya bisa jangka panjang,” pungkasnya.(bas)






