Banjarnegara | BeritaFakta.id
Peran pekerja desa kembali ditegaskan di Desa Brengkok, Kecamatan Susukan. Kamis (8/1/2025), Pemerintah Desa Brengkok resmi melantik dua Kayim (P3N) baru untuk menggantikan pejabat sebelumnya yang kini mengemban tugas sebagai Kaur Pemerintahan.
Pelantikan yang digelar di aula Kantor Desa Brengkok berlangsung khidmat dan disaksikan unsur Forkopimcam, jajaran Pemdes, serta masyarakat setempat. Momentum ini menjadi penanda penguatan pelayanan sosial desa yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan warga.
Kepala Desa Brengkok, Paryan Nurcahyo, menegaskan bahwa keberadaan Kayim memiliki peran vital dalam mendukung roda pemerintahan desa, khususnya dalam urusan kemasyarakatan.
“Hari ini kami melantik dua Kayim, yaitu Heri Purnawan untuk wilayah Dusun Krajan dan Apriyanto untuk Dusun Cangkring. Dengan adanya Kayim baru, kami merasa sangat terbantu, terutama saat masyarakat membutuhkan pendampingan sosial,” ujar Paryan.
Pekerja Desa, Bukan Sekadar Jabatan
Menurut Paryan, Kayim bukanlah perangkat desa, melainkan pekerja desa yang memiliki fungsi strategis dan kehadirannya sangat dekat dengan masyarakat. Tugas Kayim mencakup berbagai aspek sosial, mulai dari pendampingan saat terjadi kematian, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga membantu proses administrasi pernikahan.
“Kayim membantu masyarakat dalam persiapan pernikahan, menjadi penghubung dengan KUA, serta memediasi kebutuhan administrasi lainnya. Selain itu, mereka juga menjalankan tugas-tugas lain yang kami amanatkan dari Pemdes,” jelasnya.
Desa Brengkok sendiri memiliki dua wilayah dusun yang cukup luas, yakni Krajan dan Cangkring. Dengan pembagian tugas ini, diharapkan pelayanan kepada warga dapat berjalan lebih optimal dan merata.
“Kami berharap Kayim di masing-masing dusun bisa melayani masyarakat tanpa batas waktu. Artinya, kapan pun dibutuhkan, mereka siap hadir,” tambah Paryan.
Pengabdian dengan Nilai Ibadah
Di balik besarnya tanggung jawab, honor yang diterima Kayim tergolong minim. Pemdes Brengkok hanya mampu memberikan insentif sekitar Rp250 ribu per bulan. Meski demikian, Kepala Desa menekankan bahwa tugas Kayim lebih menekankan pada pengabdian dan nilai moral.
“Honor memang kecil, tapi tugas Kayim sangat besar. Mereka langsung bersentuhan dengan masyarakat dan memiliki tanggung jawab moral serta nilai ibadah yang tinggi,” pungkasnya.
Pelantikan ini menjadi pengingat bahwa kekuatan desa tidak hanya bertumpu pada struktur pemerintahan, tetapi juga pada figur-figur pengabdi yang bekerja senyap di tengah masyarakat, memastikan setiap urusan sosial berjalan dengan baik.(bas)






