Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus melanjutkan penanganan dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Hingga 7 Januari 2026, tercatat sebanyak 1.459 titik terdampak yang kini ditangani secara terpadu melalui tahapan tanggap darurat, rehabilitasi, hingga rekonstruksi infrastruktur dasar.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa sejak awal kejadian, Kementerian PU langsung mengerahkan sumber daya, alat berat, dan personel ke wilayah terdampak guna memastikan keselamatan masyarakat dan mempercepat pemulihan.
“Pemulihan pascabencana bukan hanya soal memperbaiki infrastruktur, tetapi memastikan masyarakat kembali memiliki akses terhadap kebutuhan dasar seperti air bersih, fasilitas ibadah, layanan kesehatan, dan hunian sementara,” ujar Dody usai pertemuan bersama jajaran kementerian terkait di Jakarta, Kamis (8/1/2026).
Dari total 1.459 titik terdampak, sebanyak 523 titik berada di Aceh, 306 titik di Sumatera Utara, dan 630 titik di Sumatera Barat. Untuk mendukung penanganan tersebut, Kementerian PU telah mengerahkan 1.712 unit alat berat, 1.328 personel, serta menyalurkan 470 sarana prasarana dan 6.232 unit material pendukung.
Kementerian PU memastikan penanganan akan terus berlanjut hingga seluruh infrastruktur dasar kembali berfungsi optimal dan aktivitas ekonomi masyarakat pulih secara bertahap.






