Jakarta – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menggagas gerakan donor darah dari desa untuk membantu mencukupi kebutuhan darah nasional yang terus meningkat setiap tahun.
Menurut Yandri, gerakan donor darah ini tidak boleh hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan dalam rangka Peringatan Hari Desa, melainkan harus dijalankan secara rutin dan melibatkan seluruh desa di Indonesia.
“Saya minta ini bukan hanya rangkaian Hari Desa. Kita akan membuat gerakan donor darah dari desa, bukan satu atau dua desa, tetapi seluruh desa di Indonesia,” ujar Yandri saat bertemu Wakil Ketua PMI DKI Jakarta Eko Witjaksono di Operational Room Kemendes PDT, Kamis (8/1/2026).
Yandri menjelaskan, kebutuhan darah nasional diperkirakan mencapai 5,6 juta kantong per tahun, sementara stok darah sering kali belum mencukupi. Dengan jumlah desa mencapai lebih dari 75 ribu, masyarakat desa dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi solusi.
Kemendes PDT akan menggandeng Kementerian Kesehatan, PMI, serta tenaga medis di pusat dan daerah guna memastikan program berjalan optimal, termasuk mengedukasi masyarakat desa agar tidak lagi ragu melakukan donor darah.






