Jakarta – Aktivitas nelayan di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, mulai kembali normal setelah Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan penanganan darurat Sungai Krueng Meureudu pascabanjir bandang. Normalisasi sungai yang dilakukan secara bertahap kini memungkinkan perahu nelayan kembali melaut tanpa terkendala pendangkalan.
Melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh, Kementerian PU melakukan pembersihan sedimen, pengangkatan material kayu, pelebaran alur sungai, serta perbaikan titik-titik kritis. Upaya ini bertujuan mengembalikan fungsi sungai sekaligus mengurangi risiko banjir susulan.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa penanganan infrastruktur pascabencana tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat.
“Dengan pulihnya fungsi sungai, nelayan bisa kembali melaut dan roda ekonomi masyarakat pesisir berangsur bergerak,” ujar Dody.
Saat ini, alur Sungai Krueng Meureudu telah terbuka sepanjang 5,7 kilometer hingga ke muara dan mampu mengalirkan debit air kala ulang lima tahunan.






