Mendekati Musim Panen Raya Padi 2026, Indeks Produksi Gabah Kering Panen (GKP) di Susukan Meningkat

Sabtu, 10 Januari 2026 - 09:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Umur masa tanam padi pada bulan Januari 2026 di area persawahan wilayah Kecamatan Susukan.

Foto: Umur masa tanam padi pada bulan Januari 2026 di area persawahan wilayah Kecamatan Susukan.

Banjarnegara, BeritaFakta.id – Sektor pertanian padi masih menjadi salah satu penunjang utama ketahanan pangan nasional. Di Kecamatan Susukan, Kabupaten Banjarnegara, produksi padi menunjukkan tren positif menjelang musim panen raya tahun 2026.

Total luas lahan tanam padi di Kecamatan Susukan mencapai 1.222 hektare, yang terdiri dari lahan tadah hujan dan lahan beririgasi. Pada musim tanam tahun 2025, periode tanam terbanyak terjadi pada bulan Oktober–November dengan luasan sekitar 750 hektare. Panen raya diperkirakan akan berlangsung pada Februari hingga Maret 2026.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Susukan, Sulistiyono, KS, SP, mengatakan bahwa wilayah Susukan pernah mengalami gagal panen pada tahun 2024, khususnya di Desa Derik. Namun, dari pengalaman tersebut, pada tahun 2025 terjadi peningkatan hasil produksi.

“Panen raya tahun 2026 di Kecamatan Susukan akan dimulai sekitar bulan Februari hingga Maret. Setelah gagal panen di Desa Derik pada tahun 2024, kami melakukan berbagai evaluasi dan perbaikan, sehingga pada tahun 2025 produksi padi mengalami peningkatan,” ujar Sulistiyono, Jumat (9/1/2025) di Kantor BPP Kecamatan Susukan.

Ia juga menjelaskan bahwa adanya Program Optimalisasi Lahan (OPLAH) pada tahun 2025 diperkirakan akan berdampak positif terhadap peningkatan produksi padi pada tahun 2026.

“Program OPLAH secara kalkulatif diperkirakan mampu meningkatkan produksi gabah kering panen. Salah satu upayanya adalah rehabilitasi jaringan irigasi, sehingga pola tanam dapat meningkat dari dua kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun,” jelasnya.

Berdasarkan perhitungan Indeks Pertanaman (IP), produksi padi di Kecamatan Susukan dari tahun 2024 ke 2025 menunjukkan hasil yang cukup menggembirakan.

“Dengan luas lahan sawah 1.222 hektare dan IP 2 (dua kali tanam setahun), rata-rata produksi mencapai 6,3 ton per hektare. Sehingga total produksi padi dalam satu tahun mencapai sekitar 15.397 ton. Jika target tanam meningkat menjadi IP 2,3, maka produksi tentu akan mengalami kenaikan,” terangnya.

Terkait ketersediaan pupuk dan pengelolaan air, Sulistiyono memastikan bahwa kebutuhan untuk tahun 2026 telah diantisipasi.

“Sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), kebutuhan pupuk bersubsidi di Kecamatan Susukan tahun 2026 meliputi Urea 1.398 ton dan NPK 1.399 ton. Untuk mengatasi kekurangan air di musim kemarau, telah dilakukan rehabilitasi jaringan irigasi melalui program OPLAH serta pembangunan irigasi perpompaan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, pemanfaatan alat dan mesin pertanian (alsintan) juga berperan besar dalam meningkatkan efisiensi waktu dan hasil panen.

“Untuk percepatan pengolahan lahan, banyak diturunkan traktor roda empat dan rotavator. Sementara untuk percepatan panen, petani menggunakan combine harvester,” imbuhnya.

Sulistiyono berharap, pada panen raya tahun 2026 Kecamatan Susukan tidak kembali mengalami gagal panen, serta harga Gabah Kering Panen (GKP) tetap stabil di angka Rp6.500 per kilogram sesuai ketetapan pemerintah, sehingga kesejahteraan petani semakin meningkat.

(Bas)

Berita Terkait

PDI Perjuangan Brebes Tegaskan Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng
Jalan Sehat Dies Natalis ke 24 SMK Nurul Islam Larangan Disambut Meriah Ribuan Siswa dan Warga
Mental Baja Livin’ Mandiri Bawa Kemenangan Dramatis atas Popsivo Polwan
Menteri PU Tinjau Longsor Cisarua, 6 Alat Berat Dikerahkan untuk Evakuasi
Kejutan Proliga 2026, Jakarta Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi
Menteri PU Tinjau Normalisasi Sungai Aek Doras untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumut
Tinjau Banjir Bekasi, Menteri PU Tekankan Sinergi Pusat dan Daerah
Kementerian PU Gerak Cepat Tangani Longsor Cisarua Bandung Barat
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 26 Januari 2026 - 14:14 WIB

PDI Perjuangan Brebes Tegaskan Jawa Tengah Tetap Kandang Banteng

Senin, 26 Januari 2026 - 11:42 WIB

Jalan Sehat Dies Natalis ke 24 SMK Nurul Islam Larangan Disambut Meriah Ribuan Siswa dan Warga

Minggu, 25 Januari 2026 - 17:55 WIB

Mental Baja Livin’ Mandiri Bawa Kemenangan Dramatis atas Popsivo Polwan

Minggu, 25 Januari 2026 - 15:01 WIB

Kejutan Proliga 2026, Jakarta Garuda Jaya Tumbangkan Juara Bertahan Bhayangkara Presisi

Minggu, 25 Januari 2026 - 14:55 WIB

Menteri PU Tinjau Normalisasi Sungai Aek Doras untuk Pulihkan Infrastruktur Pascabencana Sumut

Berita Terbaru