BREBES – Gelombang kekecewaan terhadap hasil Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kabupaten Brebes terus meluas. Penetapan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes periode 2025–2030 menuai reaksi keras dari sejumlah kader dan simpatisan di berbagai kecamatan.
Setelah muncul penolakan dari kader dan simpatisan di Kecamatan Bulakamba, Bumiayu, dan Wanasari, kini kekecewaan juga datang dari Desa Mundu, Kecamatan Tanjung, Rabu (14/1/2026).
Salah satu kader PDI Perjuangan, Suyud, yang baru saja mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Sekretaris PAC PDI Perjuangan Kecamatan Tanjung, mengaku tidak mempersoalkan sosok ketua, selama proses penetapan dilakukan sesuai mekanisme partai.
“Sebenarnya siapa pun ketuanya tidak masalah, asalkan tetap dari PDI Perjuangan. Tapi prosesnya harus sesuai mekanisme. Ini belum ada musyawarah ranting dan cabang, tiba-tiba sudah Konfercab. Kader dan simpatisan jelas kecewa,” ujar Suyud.
Ia menegaskan, Kecamatan Tanjung selama ini menjadi salah satu basis kuat PDI Perjuangan dengan perolehan suara yang selalu unggul dibanding partai lain dalam setiap pemilu. Namun, kekecewaan yang meluas dikhawatirkan berdampak pada elektabilitas partai ke depan.
“Perolehan suara di Tanjung selalu tinggi, selalu unggul secara peringkat. Kalau kekecewaan ini dibiarkan, sangat mungkin berdampak pada pemilu mendatang,” katanya.
Suyud juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sulitnya komunikasi dengan Cahrudin. Menurutnya, saat mendatangi rumah Ketua DPC terpilih untuk membahas kepentingan partai, tidak ada ruang dialog yang memadai.
“Ditemui, tapi tidak bisa ngobrol. Selalu bilang sibuk dan buru-buru,” ucapnya.
Ia pun membandingkan dengan Ketua DPC sebelumnya, Indra Kusuma, yang dinilai lebih terbuka dan komunikatif terhadap kader di tingkat bawah.
“Kalau Pak Indra, selalu ada waktu untuk mendengarkan kader. Secara pribadi saya tidak mendukung, apalagi komunikasi seperti ini berbeda jauh dengan sebelumnya,” pungkasnya.
Diketahui, Cahrudin ditetapkan sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes periode 2025–2030 menggantikan Indra Kusuma, mantan Bupati Brebes periode 2002–2010, yang telah memimpin DPC PDI Perjuangan Brebes selama lebih dari dua dekade.
Penetapan tersebut dilakukan melalui Konfercab DPC PDI Perjuangan Brebes yang digelar setelah Konferensi Daerah (Konferda) PDI Perjuangan Jawa Tengah di Hotel Patra Semarang, Sabtu (27/12/2025).
Sebagai bentuk kekecewaan, sejumlah pengurus dan kader PDI Perjuangan di Kabupaten Brebes secara massal mengundurkan diri dengan menyerahkan Kartu Tanda Anggota (KTA) ke Kantor DPC PDI Perjuangan Brebes pada Sabtu (10/1/2026).
Selain itu, puluhan simpatisan PDI Perjuangan di Kecamatan Wanasari juga secara terbuka menyatakan kekecewaan mereka dalam pertemuan yang digelar di kediaman simpatisan senior PDI Perjuangan, Suroso Bono Gesik, Selasa (13/1/2026).
Mereka menilai hasil Konfercab yang digelar di Hotel Patra Semarang tersebut tidak mencerminkan aspirasi akar rumput, karena nama yang ditetapkan bukan merupakan usulan mayoritas Pengurus Anak Cabang (PAC), kader, maupun simpatisan.
Red: Rusmono






