BREBES – Penetapan Cahrudin sebagai Ketua DPC PDI Perjuangan (PDIP) Brebes disebut berbuntut panjang. Sejumlah kader dan simpatisan partai berlambang banteng itu dikabarkan memilih hengkang dan beralih ke partai politik lain.
Indikasi eksodus tersebut dibenarkan Wakil Ketua DPD Partai Golkar Brebes, Cibandono Andi Arifin. Ia menyebut, sejak muncul pro dan kontra di internal DPC PDIP Brebes, banyak simpatisan maupun kader PDIP yang menghubunginya dan menyatakan keinginan bergabung dengan Partai Golkar.
“Memang banyak yang sudah menghubungi saya. Mereka mengaku sebagai simpatisan PDIP dan berniat masuk Partai Golkar,” ujar Andi kepada wartawan, Kamis (15/1).
Menurut Andi, jumlah simpatisan PDIP yang siap berpindah ke Golkar diperkirakan mencapai lebih dari 3.000 orang. Mereka berasal dari berbagai wilayah di Kabupaten Brebes.
“Kalau diperkirakan, sekitar 3.000-an yang siap masuk Golkar,” katanya.
Sebagai partai kader, Golkar Brebes, lanjut Andi, membuka pintu selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin bergabung. Tidak hanya dari PDIP, tetapi juga dari partai politik lain.
“Kami menerima dengan tangan terbuka siapa pun yang ingin bergabung dan berjuang bersama Partai Golkar,” ujarnya.
Diketahui, terpilihnya Cahrudin sebagai Ketua DPC PDIP Brebes sebelumnya menuai pro dan kontra di internal partai. Sejumlah kader dan simpatisan menilai keputusan tersebut tidak sepenuhnya mencerminkan aspirasi akar rumput.
Dampak dari kondisi itu, beberapa kader yang merasa kecewa disebut memilih mengundurkan diri dari PDIP dan mencari partai politik lain yang dianggap lebih sejalan dengan ideologi mereka.
Red: Rusmono






